- KORIKA meluncurkan domain .ai.id pada Mei 2026 sebagai identitas digital resmi bagi ekosistem industri kecerdasan artifisial di Indonesia.
- Penyediaan domain ini bertujuan memperkuat kedaulatan digital dan menggantikan penggunaan domain generik asing bagi pelaku industri AI nasional.
- Pendaftaran domain dilakukan melalui empat fase mulai Juni hingga Oktober 2026 untuk mendukung target kekuatan AI tahun 2030.
SuaraSulsel.id - Indonesia kini memiliki domain khusus untuk mendukung pengembangan ekosistem kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) nasional melalui domain .ai.id yang ditujukan sebagai identitas digital bagi pelaku industri AI di tanah air.
Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (KORIKA) menyebut domain tingkat kedua berbasis kode negara atau country code top-level domain (ccTLD) tersebut menjadi yang pertama dirancang khusus sebagai identitas digital ekosistem AI suatu negara.
Ketua Umum KORIKA Hammam Riza, dalam rilis pers yang diterima, Jumat 29 Mei 2026, mengatakan kehadiran .ai.id merupakan bagian dari upaya memperkuat kedaulatan digital Indonesia di bidang AI sekaligus menyediakan ruang identitas bagi startup, peneliti, dan pelaku industri AI nasional.
"Kami ingin setiap startup, peneliti, dan pelaku AI Indonesia memiliki ruang yang mencerminkan kebanggaan dan kompetensi bangsa di bidang kecerdasan artifisial," ucap Hammam.
Selama ini, mayoritas perusahaan rintisan, pengembang, hingga institusi riset AI Indonesia masih menggunakan domain generik .ai yang secara teknis merupakan kode negara Anguilla.
Kondisi tersebut dinilai menciptakan paradoks karena industri AI Indonesia berkembang menggunakan identitas digital negara lain.
Data yang dibagikan Indonesia AI Report 2025 menunjukkan sekitar 45 persen pelaku usaha di Indonesia telah mengadopsi AI dengan pertumbuhan mencapai 47 persen secara tahunan atau year-on-year, yang disebut menjadi salah satu laju pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara.
Di sisi komunitas, KORIKA sendiri menaungi basis lebih dari 4.000 anggota komunitas dengan 300 anggota aktif terverifikasi resmi. Ekosistem inilah yang akan menjadi penghuni pertama .ai.id.
Peluncuran .ai.id juga disebut menjadi bagian dari Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial Indonesia yang menargetkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan AI utama di Asia Tenggara pada 2030.
Baca Juga: Sosok Rifaldy Fajar, Putra Bulukumba Disebut dalam Skandal Riset AI di Kopenhagen
Sebelumnya, pada 26 Mei 2026, KORIKA bersama Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (PANDI) menggelar diskusi panel terkait peluncuran domain tersebut.
Perwakilan PANDI Shidiq Purnama menyatakan dukungan terhadap inisiatif itu sebagai langkah memperkuat identitas digital Indonesia di tingkat global.
Pendaftaran domain .ai.id akan dilakukan secara bertahap melalui empat fase, yakni Sunrise pada 2 Juni-2 Juli 2026 untuk pemilik merek dagang terdaftar, Grandfather pada 13 Juli-13 Agustus 2026 bagi pemilik domain .id aktif.
Selanjutnya fase Landrush pada 24 Agustus-24 September 2026 untuk masyarakat umum dengan skema harga premium, serta General Availability mulai 5 Oktober 2026 melalui registrar resmi PANDI.
Di setiap fasenya, jika terdapat lebih dari satu pihak yang mengajukan nama domain yang sama, proses penentuan akan dilakukan melalui mekanisme lelang terbuka guna memberikan kesempatan yang adil bagi seluruh pihak.
Representatif dari jenama domain.ai.id Alexander mengatakan pihaknya menyiapkan proses registrasi agar dapat melayani tingginya minat masyarakat terhadap penggunaan domain .ai.id.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
Cemburu Buta, Suami di Bone Tega Siksa dan Bakar Istri Hidup-hidup
-
Waspada Cuaca Ekstrem dan Angin Kencang di Sulsel hingga 17 September
-
Antrean BBM Mulai Berdampak ke Harga Pangan di Pasar Tradisional Makassar
-
Pekerja Telkom Akses Tewas Tertimpa Tembok Beton di Gowa
-
5 Mahasiswa Pelaku Aborsi Ditangkap di Kendari