- APJII merilis Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang mencatat penetrasi internet nasional mencapai 81,7 persen atau 235.261.078 jiwa.
- Pulau Jawa menjadi kontributor pengguna internet terbesar nasional, meskipun terdapat kesenjangan digital yang masih terjadi antarwilayah di Indonesia.
- Dominasi penggunaan internet didorong oleh generasi muda untuk kebutuhan komunikasi, hiburan, pencarian informasi, serta transaksi ekonomi digital masyarakat.
SuaraSulsel.id - Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) merilis hasil Survei Profil Internet Indonesia 2026 yang mencatat penetrasi internet di tanah air mencapai 81,7 persen atau setara dengan 235.261.078 jiwa dari total populasi Indonesia sebanyak 287.303.234 jiwa.
Survei ini memberikan gambaran komprehensif mengenai tingkat penetrasi internet, perilaku pengguna internet, pola akses digital, tingkat keamanan siber, hingga perkembangan layanan internet tetap (fixed broadband) di Indonesia.
“Berdasarkan hasil survei terakhir dari APJII, saat ini Indonesia memiliki sekitar 287 juta penduduk. Dan untuk tahun 2026 ini, penetrasi internet Indonesia meningkat dibandingkan tahun 2025,” ujar Ketua Umum APJII Muhammad Arif dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Kamis (21/5).
Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada angka 80,66 persen, sekaligus memperlihatkan bahwa internet telah menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia di berbagai sektor kehidupan.
Arif menyampaikan peningkatan penetrasi internet ini menunjukkan transformasi digital nasional terus bergerak secara progresif dan semakin inklusif.
"Internet saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tetapi telah menjadi bagian dari aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik masyarakat Indonesia. Hasil survei ini menunjukkan bahwa transformasi digital nasional terus berkembang dan perlu didukung dengan pemerataan infrastruktur, peningkatan kualitas layanan, serta penguatan literasi digital masyarakat," ujarnya.
Secara wilayah, Pulau Jawa masih memberikan kontribusi terbesar terhadap pengguna internet nasional dengan tingkat penetrasi mencapai 85,95 persen dan kontribusi pengguna sebesar 58,24 persen.
Sementara itu, wilayah Kalimantan mencatat penetrasi sebesar 80,40 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6.20 persen, Sumatera sebesar 78,24 persen dan kontribusi pengguna sebesar 20.74 persen.
Selanjutnya Bali dan Nusa Tenggara sebesar 78,14 persen dan kontribusi pengguna sebesar 5.26 persen, Sulawesi sebesar 72,58 persen dan kontribusi pengguna sebesar 6.62 persen, serta Maluku dan Papua sebesar 69,74 persen dan kontribusi pengguna sebesar 2.94 persen.
Baca Juga: Kabel Internet Bawah Laut Putus Akibat 'Gunung Api Tersembunyi', Koneksi Indonesia Timur Terancam
Data ini menunjukkan bahwa pemerataan akses internet terus mengalami perkembangan, meskipun masih terdapat kesenjangan digital antarwilayah yang perlu menjadi perhatian bersama.
Dari sisi demografi, penetrasi internet pada laki-laki tercatat sebesar 83,95 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 50.03 persen, sedangkan perempuan sebesar 79,79 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 49.97 persen, yang menunjukkan kesenjangan gender dalam akses internet semakin kecil.
Berdasarkan wilayah tempat tinggal, masyarakat urban memiliki tingkat penetrasi sebesar 84,75 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 60.59 persen, sementara wilayah rural mencapai 78,18 persen dengan tingkat kontribusi sebesar 39.41 persen.
Survei juga menunjukkan bahwa kelompok pendidikan memiliki korelasi terhadap tingkat penggunaan internet.
Tingkat penetrasi tertinggi tercatat pada kelompok pendidikan perguruan tinggi sebesar 92,49 persen, diikuti SMA/SMK sederajat sebesar 90,44 persen, SMP sederajat sebesar 82,48 persen, dan tidak sekolah/SD sederajat sebesar 74,84 persen.
Berdasarkan kelompok generasi, penetrasi internet tertinggi berada pada kelompok Gen Z sebesar 89,02 persen dan milenial sebesar 90,34 persen, yang menunjukkan dominasi generasi muda dalam pemanfaatan teknologi digital.
Berita Terkait
Terpopuler
- Profil Ahmad Bahar, Penulis 'Gibran The Next President' yang Rumahnya Digeruduk GRIB Jaya
- 4 HP RAM 12 GB Memori Besar Harga Rp2 Jutaan, Gaming dan Edit Video Lancar Jaya
- Bawa Energi Positif, Ini 7 Warna Cat Tembok yang Mendatangkan Hoki Menurut Feng Shui
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- 6 Sunscreen Moisturizer Terbaik untuk Anti Aging, Kulit Kencang dan Bebas Kerutan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis
-
DPO 3 Tahun, Mantan Camat Tersangka Kekerasan Seksual Diserahkan ke Jaksa
-
Survei APJII Segini Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026
-
Pernah Gugat KFC Rp4 Miliar, Kini Om Botak Dicari Polisi Kasus Ambulans Desa
-
Tak Perlu ke Pengadilan, Warga Makassar Kini Bisa Sidang di Kantor Dukcapil