- Empat pengurus inti KONI Kota Makassar mengundurkan diri secara serentak pada Jumat, 15 Mei di Kota Makassar.
- Keputusan tersebut diambil akibat ketidakcocokan gaya kepemimpinan Ketua KONI Makassar serta adanya konflik internal organisasi yang berlarut.
- Terdapat dugaan pengelolaan dana hibah APBD sebesar Rp15 miliar dari Pemerintah Kota Makassar yang tidak sesuai peruntukannya.
SuaraSulsel.id - Empat pengurus inti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan, sepakat mundur secara bersamaan.
Diduga kuat tidak sejalan dengan ketuanya Ismail, serta muncul dugaan pengelolaan anggaran hibah dari Pemerintah Kota Makassar, tak sesuai peruntukan.
"Kalau saya mengundurkan diri karena ingin fokus dengan bisnis, pekerjaan dulu," kata Sekretaris KONI Kota Makassar Iqbal Djalil beralasan saat dikonfirmasi terkait alasan mundur dari jabatannya di Makassar, Jumat (15/5).
Selain Iqbal Jalil, tiga pengurus inti KONI Makassar turut mundur masing-masing Wakil Sekretaris KONI Makassar Queensyah Azahrah Kirana Siliwangi, Ketua Bidang Pendidikan dan Penataran Andi Yasin Iskandar, serta Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi Arianto Najib.
Dari informasi yang beredar, empat pengurus inti ini tidak cocok dengan gaya kepemimpinan Ketua KONI Makassar Ismail. Beberapa spekulasi muncul di tengah kegaduhan organisasi yang mengurusi sejumlah cabang olahraga tersebut.
Selain itu, dugaan kuat pengelolaan keuangan KONI Makassar bermasalah, sebab dana hibah yang diterima dari Pemkot Makassar diduga sudah dihabiskan tidak sesuai peruntukannya. Namun demikian, belum ada validasi berkaitan isu itu.
"Saya tekankan di sini, karena visi tidak sejalan dengan kepemimpinan beliau (Ismail) dan sudah tidak cocok dengan gaya kepemimpinan dengan ketua sekarang. Sudah terlalu rusak di dalam, paling parah pengelolaan anggaran, makanya lebih baik mundur saja," kata salah seorang pengurus yang mengundurkan diri itu.
Sebelumnya, Pemkot Makassar mengalokasikan anggaran dana hibah sebesar Rp15 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2025. Dugaannya, anggaran tersebut sudah dihabiskan tanpa adanya pelaporan pengelolaan keuangan secara transparan.
Dugaannya, pengurus ini memilih mundur karena dinamika internal KONI Makassar dengan sejumlah persoalan berlarut-larut tanpa solusi. Selain itu, sejumlah saran diduga diabaikan ketua sehingga mereka memilih mundur.
Baca Juga: Kasus Kekerasan Mahasiswi Kaltara di Makassar, Gubernur: Tangkap Pelaku, Jangan Pojokkan Korban!
Sementara Ketua KONI Makassar Ismail saat berusaha dikonfirmasi wartawan perihal mundurnya empat pengurus intinya, belum merespon baik melalui telepon maupun pesan singkat di media sosial WhatsApp (WA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 5482 Korban Keracunan MBG, Viral Ucapan Wapres Gibran: Bawa Bekal dari Rumah, MBG Jangan Dimakan
- WNI Tentara Bayaran Rusia, Rendi Apriyanto Sempat Kirim Duit ke Ortu Tapi Rekening Diblokir
- Angka Hoki Shio untuk Menarik Rezeki dan Keberuntungan Finansial
- Timnas Indonesia vs Everbody: Panen Cibiran dari Negara Se-Asia Tenggara
- Indonesia Impor Nikel dari Filipina Gara-gara RKAB
Pilihan
-
Babak I Indonesia vs Bangladesh: Garuda Pesta Gol, Mitchell Baker Quattrick
-
Bahlil Jadi Menko Hilirisasi Baru, Bagaimana Nasib Proyek Batu Bara di Sumsel?
-
Buntut Temuan di Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Mundur dari Jabatan
-
Reshuffle Kabinet: 'Orang Jokowi' Tersingkir, Sugiono Disebut Rangkap Jadi Menko PMK
-
Diberhentikan dari Kapolri, Listyo Sigit Prabowo Disebut Bakal Jadi Kepala KSP
Terkini
-
Penampakan Mencekam Bendungan Bili-bili, 180 Ribu Pelanggan PDAM Terancam Krisis Air
-
Jukir Tikam Ojol Karena Cekcok Parkir Rp10 Ribu Ditangkap
-
Tancap Gas! Gubernur Sulsel Minta Tribun Selatan Stadion Sudiang Tetap Digeber
-
Sulsel Tempati Peringkat IV Penghargaan Pembangunan Daerah 2026 Bappenas
-
Puan Maharani Ungkap Alasan Pemberhentian Kapolri Listyo Sigit Prabowo