- Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta Kemendiktisaintek mengkaji mendalam rencana penutupan program studi yang dinilai kurang relevan.
- Kemendiktisaintek berencana menutup program studi tidak relevan guna mengurangi ketidakcocokan lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan dunia industri saat ini.
- Pemerintah didorong melibatkan berbagai pemangku kepentingan untuk menghindari kesalahan kebijakan mengingat dinamika industri global yang sangat sulit diprediksi.
SuaraSulsel.id - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengingatkan pentingnya pengkajian mendalam terhadap rencana penutupan sejumlah program studi (prodi) yang dinilai kurang relevan dengan pertumbuhan industri di Indonesia.
“Perlu kajian yang benar-benar mendalam agar kebijakan yang diambil tidak justru merugikan masa depan pendidikan dan kebutuhan jangka panjang bangsa," kata Lalu dikutip di Jakarta, Selasa (28/4).
Menurutnya, penutupan prodi harus didasarkan pada kajian yang komprehensif dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.
“Kemendiktisaintek tidak boleh gegabah dalam menutup prodi. Harus ada kajian mendalam, dan prosesnya perlu melibatkan banyak pihak, termasuk akademisi, pelaku industri, serta masyarakat,” ujar Lalu.
Ia menambahkan bahwa dinamika pertumbuhan industri saat ini berlangsung sangat cepat dan sulit diprediksi.
Oleh karena itu, pemerintah tidak bisa memastikan secara pasti jenis industri apa yang akan berkembang di masa depan.
“Pertumbuhan industri sangat dinamis. Pemerintah sendiri belum tentu bisa memprediksi industri apa yang akan muncul ke depan,” kata dia.
Lebih lanjut, Lalu Ari mengingatkan bahwa sebuah program studi yang saat ini dianggap kurang relevan di dalam negeri, belum tentu benar-benar tidak dibutuhkan.
Bisa saja, ujar dia, prodi tersebut justru relevan dengan perkembangan industri di tingkat global.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Hasil SNBP 2026 Sudah Keluar! Cek Nama Anda di Sini dan Ikuti Langkah Penting Ini
“Bisa saja suatu prodi masih relevan dengan industri di luar negeri, tetapi industrinya belum berkembang di Indonesia. Dalam kondisi seperti itu, bukan prodinya yang tidak relevan, melainkan kita yang belum mampu menciptakan ekosistem industrinya,” kata dia.
Untuk itu, ia kembali menekankan pentingnya pendekatan yang hati-hati dan berbasis riset sebelum mengambil keputusan penutupan prodi.
Ia juga mendorong pemerintah untuk tidak hanya fokus pada penyesuaian pendidikan terhadap industri, tetapi juga berperan aktif dalam mendorong lahirnya industri baru di dalam negeri.
Sebelumnya, Kemendiktisaintek mengajak perguruan tinggi memilah bahkan menutup prodi yang kurang relevan dengan kebutuhan lapangan kerja ke depan.
Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Badri Munir Sukoco dalam Simposium Nasional Kependudukan Tahun 2026 di Kabupaten Badung, Bali, Kamis (23/4), mengatakan langkah ini dilakukan untuk menekan ketidakcocokan antara lulusan perguruan tinggi dan industri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
2 Kasus Kekerasan Seksual Difabel di Sulsel, Polisi Didesak Bertindak
-
Disabilitas di Bawah Umur Hamil 7 Bulan di Maros, Pelaku 7 Kakek-kakek Belum Ditangkap
-
Polisi Hutan Tewas Tertimpa Pohon Saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar
-
Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045