- Jemaah haji Indonesia wajib mengenakan gelang logam dan kartu identitas sebagai alat pelindung selama beribadah di Tanah Suci.
- Atribut identitas tersebut berfungsi mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah yang tersesat atau terpisah dari rombongan saat menjalankan ibadah.
- Asrama Haji Sudiang memproduksi 16.750 gelang berbahan baja tahan karat untuk 43 kelompok terbang pada musim haji tahun ini.
SuaraSulsel.id - Jemaah haji Indonesia dibekali identitas khusus berupa gelang dan kartu identitas (ID Card) selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Kedua atribut ini menjadi bagian penting dalam sistem perlindungan jemaah. Terutama untuk memudahkan proses identifikasi jika terjadi kondisi darurat, seperti tersesat atau terpisah dari rombongan di tengah padatnya aktivitas ibadah.
Gelang identitas tersebut telah lama digunakan dan menjadi ciri khas jemaah haji Indonesia dari tahun ke tahun.
Berbahan logam, gelang ini memuat sejumlah data penting, di antaranya nama jemaah, nomor paspor, negara asal, serta keterangan teknis lain yang berkaitan dengan keberangkatan.
Data tersebut menjadi rujukan utama bagi petugas dalam mengenali identitas jemaah secara cepat.
Selain gelang, jemaah juga dilengkapi kartu identitas yang dikenakan menggunakan kalung. Petugas haji mengimbau seluruh jemaah agar tidak melepaskan kedua identitas tersebut selama berada di Arab Saudi.
Imbauan ini penting mengingat mobilitas jemaah yang tinggi, baik saat berada di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, maupun saat menjalani rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Keberadaan gelang dan kartu identitas memungkinkan petugas atau jemaah lain untuk segera membantu apabila menemukan jemaah yang membutuhkan pertolongan.
Melalui data yang tertera, informasi terkait asal kloter dan lokasi penginapan dapat segera diketahui, sehingga proses penanganan dapat dilakukan dengan lebih cepat dan tepat.
Baca Juga: Saifuddin, Imam Tunanetra Menabung 20 Tahun Demi Naik Haji
Untuk jemaah yang tergabung dalam Embarkasi Makassar, gelang identitas diproduksi di Asrama Haji Sudiang.
Pada musim haji tahun ini, total gelang yang diproduksi mencapai 16.750 buah yang didistribusikan ke dalam 43 kelompok terbang (kloter).
Produksi dilakukan secara bertahap menyesuaikan jadwal keberangkatan masing-masing kloter.
Proses produksi gelang dimulai dari penyediaan bahan dasar berupa stainless steel yang didatangkan dari Jepara, Jawa Tengah.
Bahan ini dipilih karena memiliki daya tahan yang baik terhadap berbagai kondisi, termasuk suhu panas dan paparan air, sehingga lebih aman digunakan dalam jangka waktu lama selama ibadah haji berlangsung.
Setelah bahan tersedia, proses dilanjutkan dengan pencetakan data sesuai dengan manifest masing-masing jemaah. Setiap gelang dicetak secara spesifik, sehingga tidak ada data yang tertukar antarjemaah.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
Mengapa Gelang Haji Indonesia Terbuat dari Logam? Ternyata Ini Keunggulannya
-
Gaya Hidup Halal Makin Diminati, Pasar Syariah Sulsel Meluas
-
Anak Kuli Bangunan di Pinrang Tembus Hall of Fame NASA, Kini Diakui Dunia
-
Mengapa Banyak Anak di Sulbar Masih Enggan Kembali ke Sekolah?
-
Budaya Sinrilik Terancam Punah, Gowa Ambil Langkah Ini