- Tim gabungan mengevakuasi warga terdampak banjir akibat hujan deras dan air laut pasang di Kabupaten Bone, Sabtu (9/5).
- Ketinggian air mencapai dua meter melumpuhkan aktivitas dan merendam ratusan rumah di Kecamatan Tanete Riattang serta sekitarnya.
- Petugas menyalurkan bantuan logistik dan mendirikan posko siaga bencana untuk memfasilitasi kebutuhan warga serta menangani dua korban jiwa.
SuaraSulsel.id - Penanganan secara intensif terhadap banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, terus dilakukan tim gabungan dengan membantu mengevakuasi warga dan menyalurkan bantuan darurat.
"Aparat dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, Brimob, Satpol PP, hingga relawan diterjunkan untuk membantu evakuasi warga terdampak dan menyalurkan bantuan darurat di lokasi banjir," kata Kepala Operasional Basarnas Sulsel Andi Sultan di Makassar, Sabtu (9/5).
Dia mengatakan banjir yang terjadi akibat hujan deras disertai pasang air laut tersebut merendam ratusan rumah warga di Kecamatan Tanete Riattang dan Tanete Riattang Timur.
Ketinggian air di beberapa lokasi dilaporkan mencapai dua meter sehingga aktivitas masyarakat lumpuh dan banyak warga terjebak di dalam rumah.
Tim SAR gabungan menggunakan perahu karet mengevakuasi warga, terutama lansia, anak-anak, dan warga yang berada di kawasan dengan genangan tinggi seperti Kelurahan Bajoe dan Panyula.
Sejumlah warga juga dipindahkan ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko banjir susulan.
Selain melakukan evakuasi, petugas mendistribusikan bantuan logistik berupa makanan siap saji, air bersih, selimut, dan kebutuhan darurat lainnya kepada warga terdampak.
Posko siaga bencana didirikan guna memudahkan koordinasi penanganan dan pendataan korban.
Andi Sultan mengatakan banjir dipicu curah hujan tinggi yang bersamaan dengan air laut pasang, sehingga aliran air tersendat dan meluap ke permukiman warga.
Baca Juga: Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
Petugas masih bersiaga di sejumlah tempat rawan untuk mengantisipasi kondisi cuaca yang belum stabil. Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan meninggal dunia.
Pemerintah daerah bersama tim gabungan kini fokus mempercepat penanganan dampak banjir serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Andi Sudirman ke Lokasi Banjir Bone, Serahkan Bantuan Rp1 Miliar
-
Bejat! Pemuda di Makassar Hamili Adik Kandung
-
Apa Sanksi Polisi Viral Bawa Parang ke Rumah Wali Kota Palopo?
-
Hadiri Rakorwil Papua Pegunungan, Kaesang Tegaskan Papua Juga Harus Semaju Daerah Lain
-
Buruh Tani dari Kabupaten Maros Jadi Ikon Ibadah Haji Dunia