- Pemuda berinisial SI ditangkap Polres Pelabuhan Makassar karena diduga menyetubuhi adik kandungnya sendiri hingga hamil.
- Kejahatan tersebut terjadi di Jalan Kalimantan, Makassar, sejak Februari 2024 dengan modus ancaman kekerasan terhadap korban.
- Kasus terungkap setelah orang tua melaporkan kejadian ke polisi pada 7 Mei 2026 akibat perubahan fisik korban.
SuaraSulsel.id - Kasus kekerasan seksual dalam lingkup keluarga kembali mengguncang Kota Makassar.
Seorang pemuda berinisial SI (26) ditangkap Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pelabuhan Makassar usai diduga menyetubuhi adik kandungnya sendiri yang masih berusia 15 tahun.
Perbuatan bejat itu diduga dilakukan berulang kali hingga korban berinisial SA (15) kini dalam kondisi hamil.
Kasus tersebut terungkap setelah orang tua korban mulai curiga dengan perubahan kondisi fisik anaknya. Setelah mengetahui korban diduga tengah mengandung, pihak keluarga akhirnya melaporkan kejadian itu ke polisi.
Kasus tersebut dilaporkan oleh orang tua korban dan tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LPB/122/V/2026/RESPEL MKS/POLDA SULSEL tertanggal 7 Mei 2026.
Kanit PPA Polres Pelabuhan Makassar, Ipda Arvandi membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan dugaan tindak pencabulan itu terjadi sejak Februari 2024 di kawasan Jalan Kalimantan, Kota Makassar.
"Itu sudah dilakukan secara berulang pada saat kondisi rumah dalam keadaan sepi," kata Arvandi Sabtu, 9 Mei 2026.
Arvandi menjelaskan korban mengaku kerap mendapatkan ancaman kekerasan apabila menolak keinginan pelaku.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, pelaku disebut kerap berada di bawah pengaruh minuman keras saat melakukan perbuatannya.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Lokasi PSEL Makassar Tetap di Tamalanrea, Purbaya: Presiden Mau Cepat!
"Jadi kondisi pelaku saat melakukan itu (persetubuhan) dalam keadaan mabuk. Sehingga melihat adiknya seperti orang lain. Timbullah rasa ingin melakukan persetubuhan," sambungnya.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman dengan memeriksa korban dan sejumlah saksi, serta menunggu hasil visum dari RS Bhayangkara guna melengkapi proses penyidikan dan menentukan pasal yang akan diterapkan kepada pelaku.
Mengapa Kekerasan Seksual Kerap Terjadi dalam Lingkup Keluarga?
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulsel, Nursidah mengatakan kasus kekerasan seksual justru paling banyak terjadi di lingkaran terdekat korban.
Pelaku umumnya merupakan orang yang memiliki akses, kedekatan emosional, serta relasi kuasa terhadap korban, seperti ayah, saudara, paman, kerabat, hingga orang yang tinggal serumah.
Menurutnya, kedekatan itu membuat pelaku lebih mudah memanipulasi, mengintimidasi, bahkan mengontrol korban agar tidak berani melawan ataupun bercerita kepada orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Disdik Sulsel Dukung Kantin Sekolah Kelola MBG
-
DPRD Sulsel Minta Proyek PSEL Makassar Dihentikan
-
Nekat Palsukan Tanda Tangan Demi Bantuan Pompa Air, Karier Politik Kader PDIP Selayar Tamat
-
21 DPD II Golkar Klaim Tetap Solid untuk Appi, Bisakah IAS Membalikkan Keadaan?
-
Pengakuan Mengejutkan Suami Bupati Gowa: Istri Selingkuh dengan Konsultan Politik