- Oknum anggota Polres Palopo berinisial SL mendatangi rumah Wali Kota Palopo sambil membawa parang pada 24 April 2026.
- Aksi intimidasi tersebut diduga berkaitan dengan dinamika politik lokal serta hasil seleksi direksi PAM-TM yang tidak lolos.
- Pemerintah Kota Palopo menyerahkan kasus pengancaman terhadap sopir rumah tangga ini sepenuhnya kepada proses hukum pihak kepolisian.
SuaraSulsel.id - Seorang pria mendatangi rumah pribadi Wali Kota Palopo, Naili Trisal sambil membawa parang. Aksi tersebut terekam kamera pengawas (CCTV) dan videonya beredar luas di media sosial.
Peristiwa terjadi pada 24 April 2026 sekitar pukul 20.31 wita.
Belakangan diketahui pria dalam video tersebut merupakan oknum anggota kepolisian berinisial SL yang bertugas di Polres Palopo.
Kuasa hukum Pemerintah Kota Palopo, Sahrul mengungkap dugaan motif di balik aksi tersebut.
Ia menyebut terdapat indikasi keterkaitan dengan dinamika politik lokal, termasuk proses seleksi direksi Perusahaan Umum Daerah Tirta Mangkaluku (PAM-TM) Palopo.
"Kasus ini jadi perhatian masyarakat karena latar belakang keluarga pelaku yang memang memiliki hubungan dengan dinamika politik di Palopo," kata Sahrul dalam keterangannya, Kamis, 30 April 2026.
Menurut Sahrul, SL merupakan saudara kandung dari dua mantan anggota DPRD Kota Palopo. Salah satu di antaranya diketahui baru saja mengikuti proses seleksi direksi PAM-TM, namun tidak lolos.
Ia mengakui bahwa isu keterkaitan antara kegagalan dalam seleksi tersebut dengan aksi yang dilakukan pelaku berkembang di tengah masyarakat, terutama di media sosial.
"Isu keterkaitan kegagalan seleksi direksi PAM-TM dengan aksi pelaku memang berkembang di media sosial," ujarnya.
Baca Juga: Polisi Diserang Warga Saat Penggerebekan Narkoba di Palu
Meski demikian, Sahrul menegaskan pihaknya tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai motif tersebut. Pemkot Palopo memilih menyerahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum untuk mendalaminya.
Pihaknya, kata dia, lebih fokus pada proses hukum terkait dugaan tindak pidana pengancaman yang dialami korban.
Korban dalam peristiwa tersebut adalah Indra Ilham, yang merupakan sopir rumah tangga di kediaman pribadi Wali Kota Palopo.
"Kami mempercayakan penuh proses ini kepada penyidik. Fokus kami adalah memastikan korban mendapatkan keadilan atas tindakan intimidasi yang dialaminya," tegas Sahrul.
Ia menilai unsur dugaan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam telah terpenuhi dalam proses pemeriksaan awal yang dilakukan penyidik. Hal ini didasarkan pada keterangan saksi serta bukti rekaman kamera pengawas yang telah dikumpulkan.
"Secara hukum unsur pengancaman dengan senjata tajam sudah terpenuhi dalam pemeriksaan tadi," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
-
Pesan Terakhir Hasbiah Sebelum Virgo Transport 8 Tenggelam: 'Jaga Cucu-Cucuta'
-
Ini Agenda Kerja Presiden Prabowo di Sulawesi Selatan
-
BRI Raih Indonesia Sports Industry of the Year 2026 dari Kemenpora, Tegaskan Dukungan untuk Olahraga
-
Koper Penumpang Pesawat Tujuan Makassar Berisi Anak Kera Ekor Panjang