- Satpol PP Sulsel dan Pemkot Makassar menertibkan 60 lapak pedagang kaki lima di sekitar SMK Negeri 4 Makassar.
- Penertiban berlangsung tertib pada 23 April 2026 karena pedagang membongkar sendiri lapak mereka setelah menerima surat teguran.
- Pedagang menerima kebijakan penegakan aturan tersebut namun mengharapkan pemerintah memberikan lokasi relokasi agar usaha tetap dapat berjalan.
Banyak di antaranya telah lebih dulu membongkar lapaknya secara mandiri sebelum petugas turun.
"Setelah diberikan surat teguran pertama, kedua, dan ketiga, mereka dengan kesadaran sendiri membongkar lapaknya. Ini tentu kami apresiasi," katanya.
Arwin menambahkan, jumlah personel yang diturunkan awalnya cukup besar. Namun setelah melihat situasi yang kondusif dan adanya itikad baik dari pedagang, jumlah tersebut dikurangi.
Menurutnya, kondisi ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga ketertiban umum.
Kepala Satpol PP Kota Makassar, Hasanuddin menambahkan kegiatan yang dilakukan pada hari ini pada dasarnya sudah masuk tahap pembersihan, bukan lagi penertiban.
"Lapak-lapak yang tersisa ini hanya sisa bongkaran yang sudah dilakukan sendiri oleh pemiliknya. Jadi hari ini kita fokus pada pembersihan," ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengerahkan tiga alat berat untuk membersihkan sisa material lapak. Aparat Satpol PP hanya melakukan pengamanan agar proses berjalan lancar.
Sebanyak 100 personel Satpol PP Kota Makassar diterjunkan untuk mengamankan kegiatan tersebut. Sementara dari Satpol PP Provinsi Sulawesi Selatan turut membantu sekitar 50 personel.
Selain itu, aparat kepolisian dari Polsek dan Polres juga dilibatkan untuk memastikan situasi tetap kondusif selama proses berlangsung.
Baca Juga: Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya
Hasanuddin menambahkan, pengamanan juga dilakukan karena lokasi tersebut merupakan aset milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, termasuk area di sekitar SMK Negeri 4 Makassar.
"Ini merupakan aset pemerintah provinsi, sehingga perlu dijaga dan diamankan selama proses pembersihan berlangsung," kata Hasanuddin.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 2 Sabun Cuci Muka Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
- OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- Bau Babi di Kapal ASDP Tuai Keluhan Penumpang, Pemerhati Usul Kapal Khusus Ternak dari APBN
- Penyekapan 10 Calon ART Gegerkan Surabaya, Pemkot Segel Penampungan di Kedung Anyar
Pilihan
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
-
Kebakaran Hutan di Toraja Utara Hanguskan Kuburan Leluhur
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
Terkini
-
Musik Timur Resmi Bikin Sejarah Baru di AMI Awards 2026
-
Uang Negara Rp40,75 Triliun Mengalir di Sulsel, Begini Rincian Penggunaannya
-
Presiden Prabowo Batal Resmikan Sekolah Rakyat di Makassar
-
Makam Leluhur di Toraja Terbakar, Fadli Zon Murka: Biadab!
-
Saluran Air Banyak Tersumbat? Pemkot Makassar Jajal Senjata Baru dari Jepang