- PPIH Embarkasi Makassar siap memberangkatkan 16.750 jemaah haji tahun 2026 yang terbagi dalam 43 kelompok terbang keberangkatan.
- Penyelenggaraan haji mencakup jemaah dari delapan provinsi di wilayah Sulawesi, Maluku, hingga Papua melalui Asrama Haji.
- Inovasi distribusi Kartu Nusuk dilakukan lebih awal di Asrama Haji guna mempermudah akses serta verifikasi data jemaah.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, PPIH Embarkasi Makassar optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini dapat berjalan lancar, aman, dan tertib.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung melalui apel siaga petugas yang digelar di Asrama Haji Sudiang, Makassar, Senin, 20 April 2026.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Sulsel, Ishaq Iskandar. Sementara, pelepasan jemaah akan dilakukan Selasa, 21 April 2026 oleh Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman.
Kegiatan ini diikuti oleh berbagai instansi yang tergabung dalam PPIH, mulai dari Kementerian Kesehatan melalui Kantor Kesehatan Pelabuhan, Imigrasi, otoritas bandara, maskapai Garuda Indonesia, hingga unsur TNI dan Polri.
Ishaq menegaskan bahwa apel siaga ini merupakan bentuk komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada jemaah haji.
"Profesionalisme dan integritas harus menjadi prinsip utama. Layani jemaah dengan penuh keikhlasan, kesabaran, dan tanggung jawab," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kualitas layanan di berbagai sektor, terutama konsumsi dan kesehatan. Menurutnya, aspek ini sangat krusial mengingat kondisi fisik jemaah yang beragam, termasuk banyaknya jemaah lanjut usia.
Petugas diminta memastikan makanan yang disajikan aman, higienis, dan sesuai standar gizi guna menghindari risiko gangguan kesehatan selama proses keberangkatan.
Selain itu, koordinasi lintas instansi juga menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan haji.
Baca Juga: Hati-hati! 5 Modus Penipuan Haji Ilegal yang Incar Uang Anda
Ishaq mengingatkan agar seluruh pihak menjaga sinergi dan komunikasi yang baik, sehingga setiap potensi kendala dapat diantisipasi dengan cepat.
Ia juga menyoroti pentingnya pelayanan yang humanis, khususnya bagi jemaah lansia, penyandang disabilitas, serta kelompok berisiko tinggi.
"Pastikan seluruh proses berjalan sesuai standar operasional, mulai dari pemberangkatan hingga pemulangan jemaah ke daerah masing-masing," tegasnya.
Ishaq mengingatkan para petugas untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama menjalankan tugas.
Ia berharap pelayanan yang tulus tidak hanya membantu kelancaran ibadah jemaah, tetapi juga menjadi ladang pahala bagi seluruh petugas yang terlibat.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
Pilihan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
Terkini
-
Jawab Keluhan Warga Maros, Gubernur Sulsel Gelontorkan 239 Miliar di Jalan Moncongloe
-
Harta Ketua DPRD Bone Disorot, KPK: Kalau Tidak Benar Kami Tindak
-
Tragedi KM Nurul Salsa, Gubernur Sulsel Usulkan Kapal Cepat Siaga di Selayar
-
Ketika Harta Ketua DPRD Bone Tinggal Rp100 Juta, LHKPN Ungkap Fakta Mengejutkan
-
Drama Hak Angket DPRD Gowa Berujung Polisi, 45 Anggota Dewan Siap Ambil Langkah Ini