- Masita, jemaah lansia berusia 94 tahun asal Bone, bersiap menunaikan ibadah haji tahun 2026 setelah memenuhi syarat kesehatan.
- Pemerintah menetapkan biaya haji tahun 2026 sebesar Rp87,4 juta, turun dari tahun sebelumnya tanpa adanya kenaikan biaya.
- Embarkasi Makassar menjadwalkan keberangkatan 16.749 jemaah mulai 21 April 2026 dengan fokus utama pada layanan ramah kelompok lansia.
SuaraSulsel.id - Di usia yang hampir menyentuh satu abad, calon haji lansia Masita tak lagi mengejar banyak hal dalam hidupnya.
Namun, satu harapan masih ia genggam erat. Masita berdoa bisa menjejakkan kaki di Tanah Suci di usia senjanya.
Perempuan berusia 94 tahun asal Bone, Sulawesi Selatan itu kini bersiap menunaikan ibadah haji tahun 2026. Ia tak sendiri. Ia akan didampingi Nurdaya, menantunya.
"Alhamdulillah, kondisi ibu saat ini baik. Dia sudah menunggu momen ini tujuh tahun," kata Nurdaya saat dihubungi, Kamis, 9 April 2026.
Penantian panjang itu akhirnya berbuah kabar baik. Masita dinyatakan memenuhi syarat istithaah kesehatan, sebuah ketentuan penting yang memastikan jemaah mampu secara fisik menjalani rangkaian ibadah di Tanah Suci.
Bagi Nurdaya, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, tapi juga amanah.
Ia memastikan seluruh kebutuhan sang mertua telah dipersiapkan dengan matang. Dari perlengkapan pribadi hingga kebutuhan selama di perjalanan.
"Alhamdulillah, sudah siap semua. Kami tinggal masuk asrama haji dan berangkat," ungkapnya.
Namun, di balik kesiapan itu, terselip kekhawatiran yang tak bisa diabaikan. Nurdaya berharap pemerintah memperhatikan semua kebutuhan jemaah lansia.
Baca Juga: Jadwal Resmi Haji 2026: Kloter Pertama Embarkasi Makassar Berangkat 22 April
"Harapan kami ya pemerintah benar-benar memperhatikan kebutuhan lansia. Mulai dari transportasi, hotel, makanan ya," ujarnya.
Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Bagi jemaah lanjut usia, hal-hal yang mungkin dianggap sepele bisa menjadi krusial.
Akses kamar mandi misalnya. Mereka butuh yang dekat dan aman. Kemudian makanan yang sesuai, hingga kenyamanan tempat istirahat.
Nurdaya berharap pengalaman ibadah Masita kelak bisa berjalan dengan tenang tanpa terbebani hal-hal teknis yang seharusnya bisa diantisipasi.
"Harapannya semoga lancar, tidak ada kendala selama disana. Apalagi untuk orang tua kami ya, ingin beribadah dengan baik dan tenang saja," ucapnya.
Evaluasi Konsumsi dan Overkapasitas
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional
-
10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha
-
Berapa Harga Jual Maksimal Beras SPHP ? Bulog Awasi Pengoplosan di Kendari
-
Harga Cabai Merah Besar di Jayapura Tembus Rp120 Ribu per Kilogram
-
Gubernur Sulsel Resmikan Jalan Paleteang - Malimpung - Kabere, Akses 800 Ribu Warga Makin Lancar