Muhammad Yunus
Sabtu, 18 April 2026 | 19:00 WIB
Ilustrasi Durian [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Badan Karantina Indonesia melepas ekspor 459 ton durian beku senilai Rp42,5 miliar dari Palu menuju pasar China.
  • Ekspor langsung ke China memangkas waktu logistik dan biaya distribusi, sekaligus meningkatkan keuntungan bagi pelaku usaha lokal.
  • Sulawesi Tengah memperkuat posisinya sebagai sentra durian nasional dengan memanfaatkan peluang besar permintaan pasar di negara China.

SuaraSulsel.id - Badan Karantina Indonesia (Barantin) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melepas ekspor 459 ton durian beku ke China senilai Rp42,5 miliar dari Palu, Sulawesi Tengah.

Kepala Barantin Sahat M. Panggabean mengatakan ekspor tersebut merupakan hasil proses panjang pembukaan akses pasar setelah penandatanganan protokol ekspor durian beku Indonesia–China pada 25 Mei 2025.

“Keberhasilan ekspor durian menembus pasar China adalah buah dari kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mulai dari petani hingga pemerintah,” kata Sahat berdasarkan keterangannya, Jakarta, Jumat (17/4).

Ia menambahkan, hingga kini tercatat sebanyak 151 kontainer durian telah dikirim ke China dengan nilai ekonomi mencapai Rp377,5 miliar.

Sebelumnya, ekspor durian Indonesia ke China belum dilakukan secara langsung dan harus melalui negara perantara seperti Vietnam, Thailand, dan Malaysia sebelum akhirnya masuk ke pasar tujuan.

Menurut Sahat, Ekspor langsung ke China memangkas waktu logistik dari sebelumnya sekitar 56 hari menjadi 22–26 hari, sekaligus menurunkan biaya distribusi hingga dua kali lipat sehingga meningkatkan arus kas pelaku usaha.

Ia menegaskan, pihaknya terus menjamin kualitas dan keamanan pangan produk ekspor melalui pemenuhan standar internasional untuk menjaga kepercayaan pasar global.

Sementara itu, Kepala Karantina Sulawesi Tengah Alfian menyebut pada periode Januari–April 2026, ekspor durian beku ke China telah mencapai 4.077 ton berdasarkan data sistem Best Trust.

“Ekspor langsung ke China selain memangkas biaya logistik, juga memberikan peluang keuntungan besar karena harga durian di sana 5–7 kali lebih tinggi dibandingkan harga lokal,” ungkapnya.

Baca Juga: Siapa Li Jiamei? WNA China Berkedok WNI Nyaris Lolos Buat Paspor RI di Makassar

Alfian menjelaskan, Sulawesi Tengah menjadi salah satu daerah utama ekspor karena tujuh dari delapan rumah kemas durian beku yang telah memenuhi syarat ekspor berada di wilayah tersebut.

Berdasarkan data pemerintah daerah, Sulawesi Tengah memiliki sekitar 3,7 juta pohon durian dengan produksi mencapai 95.140 ton pada 2025, yang tersebar di sejumlah kabupaten/kota, terutama Poso dan Parigi Moutong.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan ekspor langsung tersebut juga memperkuat posisi daerah sebagai sentra durian nasional yang mampu menembus pasar global.

“Keberhasilan ini menegaskan durian asal Sulawesi Tengah sebagai representasi daerah menuju raja durian dunia,” ucap Anwar.

Pemerintah menilai permintaan durian di China yang mencapai sekitar 8 miliar dolar AS per tahun menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan devisa melalui ekspor komoditas hortikultura unggulan.

Load More