- Kementerian Lingkungan Hidup mendampingi 12 kabupaten di Sulawesi Selatan untuk melaksanakan pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan hidup.
- Pemerintah menerapkan Gerakan Indonesia ASRI pada 2026 melalui pemilahan sampah rumah tangga serta penguatan sistem bank sampah masyarakat.
- Bupati Luwu menjalankan program penanaman pohon buah produktif untuk menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah risiko bencana tanah longsor.
SuaraSulsel.id - Direktur Mobilisasi Sumber Daya Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) Irawan Asa’ad mengatakan mendapatkan tugas.
Mendampingi 12 kabupaten/kota di Sulawesi Selatan (Sulsel), termasuk Luwu, dalam pengendalian perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan.
Irawan Asa'ad, mengatakan salah satu fokus saat ini adalah implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah), yang merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto pada awal tahun 2026.
“Terkait pengelolaan sampah, kami mendorong penanganan dari hulunya, mulai dari pemilahan sampah di rumah tangga, penerapan konsep 3R, serta penguatan bank sampah di masyarakat,” katanya saat bertemu Bupati Luwu Patahudding di Rumah Jabatan Bupati, dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4).
Bupati Luwu Patahudding dalam kesempatan ini memaparkan sejumlah program strategis pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Salah satunya melalui penanaman pohon produktif di berbagai titik, termasuk di ruas jalan dan wilayah rawan longsor.
Ia menjelaskan jenis tanaman yang dipilih adalah tanaman buah. Agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi upaya pencegahan penebangan liar.
Selain itu pemerintah daerah juga merencanakan penanaman pohon durian di sela kebun cengkeh guna memperkuat struktur tanah, mengingat akar tanaman cengkeh dinilai kurang kuat dalam menahan longsor.
“Kami sengaja memilih tanaman buah agar masyarakat dapat merasakan manfaatnya, sekaligus mendorong kesadaran menjaga lingkungan, termasuk penanaman durian di kebun cengkeh untuk membantu mengikat tanah,” ujar Bupati Patahudding.
Baca Juga: Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
Selain program penghijauan, pertemuan tersebut juga membahas pengelolaan sampah yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten Luwu.
Bupati menegaskan pentingnya sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad