- Haji Buhari berusia 71 tahun menikahi gadis berusia 18 tahun di Desa Batu Lappa, Luwu, pada 5 April 2026.
- Pernikahan tersebut menjadi sorotan karena pengantin perempuan belum memenuhi syarat batas usia minimal nikah menurut undang-undang berlaku.
- DPPPA Sulawesi Selatan segera melakukan koordinasi untuk menindaklanjuti dampak pernikahan usia anak terhadap pendidikan dan kesehatan reproduksi perempuan.
Selain itu, pernikahan di usia dini juga berpotensi menghambat pendidikan anak dan membatasi kesempatan mereka untuk berkembang secara optimal.
Pihak DPPPA berharap masyarakat dapat memberikan ruang yang lebih luas bagi anak untuk tumbuh, belajar, dan merencanakan masa depan mereka sebelum memasuki kehidupan berumah tangga.
Sementara, Kepala Desa Batu Lappa, Muhammad Arsad membenarkan adanya pernikahan tersebut.
Namun, ia menyebut pihak pemerintah desa tidak dilibatkan dalam proses administrasi maupun pelaksanaannya.
"Orang tuanya yang menikahkan. Saya juga tidak hadir karena saat itu sedang berada di luar daerah," kata Arsad, Kamis, 9 April 2026.
Kata Arsad, mempelai pria adalah orang kaya. Ia punya kebun yang luas. Sementara itu, orang tua mempelai perempuan diketahui bekerja di sektor tambak.
"Kalau pihak laki-laki, Alhamdulillah kondisi ekonominya baik. Kebunnya luas. Kalau yang perempuan, orang tuanya bekerja di tambak," jelasnya.
Meski demikian, pernikahan tersebut tetap menuai sorotan karena usia mempelai perempuan yang masih 18 tahun.
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang Perkawinan, batas minimal usia untuk menikah adalah 19 tahun.
Baca Juga: Viral Video Jemaah Masjid Minum Oli, MUI Sulsel: Haram
"Kalau umur 18 tahun tentu belum memenuhi syarat sesuai Undang-Undang," tegas Arsad.
Menurutnya, pemerintah desa hanya menerima informasi bahwa akan ada pernikahan tersebut, tanpa dilibatkan sejak awal. Termasuk dalam proses lamaran.
"Biasanya kalau ada pernikahan di desa kami dilibatkan sejak tahap pelamaran. Tapi ini tidak, mungkin ada pertimbangan lain dari pihak keluarga," ujarnya.
Arsad menjelaskan, berdasarkan informasi yang ia peroleh, hubungan antara kedua mempelai terjadi atas dasar suka sama suka.
Ia mengaku tidak menemukan indikasi adanya paksaan dalam pernikahan tersebut.
"Saya lihat juga dari video yang beredar tidak ada tanda-tanda tekanan. Pengantin perempuan bahkan tampak bergembira," katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Presiden Prabowo Disebut Minta Febrie Adriansyah Ditangkap, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Tender Stadion Untia Makassar Rp350 Miliar Dibuka
-
Dipaksa Isap Vape Berisi Narkoba, Eks Santri Ini Bikin Komik 'Safe Space'
-
Apa yang Menarik Warga Berkunjung ke Pameran Dekranas di Makassar?
-
Miliki Kendaraan Impian di BRI KKB Expo 2026 dengan Bunga Kredit Mulai 1,80%
-
Pabrik Senjata Ilegal di Minahasa Utara Digerebek