- Seorang pelajar bernama Abel Surya tewas usai ditikam pelaku Irman Aziz di Makassar pada Senin, 6 April 2026.
- Penikaman terjadi akibat cekcok antara korban dan keluarga pelaku terkait kebisingan saat bermain game online di lingkungan rumah.
- Pelaku ditangkap polisi di Kecamatan Tamalanrea dan terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun atas tindak pidana pembunuhan.
"Atas kejadian tersebut keluarga korban melaporkan peristiwa ini ke Polsek Mamajang untuk proses hukum lebih lanjut," kata Usman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan serangkaian penyelidikan untuk mengungkap keberadaan pelaku.
Dari hasil penyelidikan, tim Resmob Polsek Mamajang memperoleh informasi mengenai lokasi pelaku. Irman Aziz diketahui berada di sebuah gerai minimarket di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea.
Petugas kemudian menuju lokasi yang dimaksud dan berhasil mengamankan pelaku pada Rabu, 8 April 2026.
"Pelaku diamankan di salah satu minimarket di wilayah Tamalanrea tanpa perlawanan usai melarikan diri," ujar Usman.
Setelah diamankan, pelaku langsung dibawa ke Polsek Mamajang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pelaku terlihat membawa badik saat terjadi cekcok di lokasi kejadian. Setelah melakukan penikaman, pelaku langsung meninggalkan tempat kejadian perkara.
Saat ini, pelaku telah diserahkan ke penyidik untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Atas perbuatannya, Irman Aziz dijerat dengan Pasal 338 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang pembunuhan serta Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian.
Baca Juga: Pemkot Makassar Tertibkan 167 Lapak PKL di Biringkanaya
"Pelaku terancam pidana penjara paling lama 15 tahun," ungkap Usman.
Polisi juga masih mendalami lebih lanjut kronologi kejadian serta mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi guna melengkapi berkas penyidikan.
Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan yang dipicu persoalan sepele. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mengedepankan penyelesaian secara baik dalam menghadapi konflik, guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Jokowi Tak Lagi Optimis Prabowo-Gibran 2 Periode, Gerindra Respons Santai: Pilpres Masih Jauh
- KPU Bisa Tindaklanjuti Putusan MK dengan Menyatakan Syarat Pendidikan Gibran di Pilpres 2024 Tak Sah
- Profil Suhartoyo, Ketua MK yang Menolak Gugatan Soal Ijazah Gibran
- Selundupkan 1.689 Burung Liar ke Jakarta, Bus Sinar Jaya Dicegat di Pelabuhan Bakauheni
- Jokowi Tampak Tak Lagi Optimistis Gibran Jadi Pasangan Prabowo di Pilpres 2029
Pilihan
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
Terkini
-
Empat Tahun Memimpin, BRI Konsisten Jadi Merek Paling Bernilai di Indonesia
-
Pengusaha Sulsel Terjepit! DPR: Industri Hari Ini Sudah Dicekik dari Semua Sisi
-
Menteri Koperasi Puji Kekompakan Kepala Daerah di Sulsel
-
Bentrok Warga dan Perusahaan, Bupati Morowali Hentikan Aktivitas PT Askon
-
Dana Pembelian Pesawat Amfibi Sulsel Ternyata Sudah Ada, Ini Alasan Belum Cair