- Fahmi Adam resmi dilantik menjadi Ketua DPRD Kabupaten Gowa periode 2026-2029 dalam rapat paripurna tanggal 6 April 2026.
- Pelantikan Fahmi Adam sebagai Ketua DPRD Gowa mencatatkan sejarah baru sebagai pimpinan legislatif termuda di Sulawesi Selatan.
- Pergantian pimpinan dilakukan melalui mekanisme internal Partai Persatuan Pembangunan untuk menggantikan Muh Ramli Siddik Dg Rewa.
SuaraSulsel.id - Pucuk pimpinan DPRD Kabupaten Gowa resmi berganti. Fahmi Adam kini menduduki jabatan Ketua DPRD Gowa untuk sisa masa jabatan periode 2026-2029, menggantikan koleganya dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muh Ramli Siddik Dg Rewa.
Pergantian tersebut ditetapkan dalam rapat paripurna yang digelar pada Senin, 6 April 2026 lalu.
Pelantikan ini sekaligus mencatatkan sejarah baru di DPRD Gowa.
Fahmi Adam yang lahir di Sungguminasa pada 21 April 2000 menjadi pimpinan DPRD termuda di Sulawesi Selatan.
Saat ini ia berusia 25 tahun dan akan genap berusia 26 tahun pada akhir April 2026.
Latar Belakang dan Jejak Politik
Fahmi Adam merupakan putra dari pasangan H. Darwis Dg Nai dan Nursiah Dg Sunggu.
Ayahnya dikenal sebagai pengusaha ternama di sektor properti di Kabupaten Gowa. Ia adalah pemilik perumahan yang tersebar di Kecamatan Somba Opu dan Pallangga.
Meski tergolong pendatang baru di dunia politik, Fahmi mencatatkan pencapaian signifikan pada Pemilu 2024.
Baca Juga: Gila! Napi di Gowa Kendalikan Ratusan Paket Sabu Dari Penjara
Ia berhasil meraih suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPRD Gowa.
Berdasarkan rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gowa, Fahmi memperoleh total 8.108 suara dari Daerah Pemilihan (Dapil) Gowa 7 yang meliputi Kecamatan Pallangga dan Barombong.
Dari jumlah tersebut, 6.906 suara berasal dari Pallangga dan 1.202 suara dari Barombong.
Di internal partai, Fahmi juga memegang posisi strategis sebagai Sekretaris DPC PPP Kabupaten Gowa.
Pimpinan Wakil Rakyat Termuda di Sulsel
Usia Fahmi yang relatif muda menjadikannya ketua DPRD termuda di tingkat kabupaten, di Sulawesi Selatan sekarang ini.
Sebagai perbandingan, sejumlah pimpinan DPRD di daerah lain di Sulsel umumnya lebih senior.
Ketua DPRD Soppeng, Andi Muhammad Farid dikenal memiliki usia lebih matang dibanding Fahmi.
Sementara di Kabupaten Maros, Muhammad Gemilang Pagessa, yang lahir pada 1997 pernah tercatat sebagai ketua DPRD termuda di Sulsel.
Adapun Ketua DPRD Enrekang, Ikrar Eran Batu dan Ketua DPRD Bone, Andi Tenri Walinonong masing-masing diketahui berusia sekitar 32 tahun.
Ketua DPRD Bulukumba, Umy Asyiatun Khadijah, juga termasuk dalam jajaran pimpinan DPRD berusia relatif muda. Ia berusia 33 tahun saat ini.
Jadi Kesepakatan Internal PPP
Fahmi Adam menduduki kursi Ketua DPRD Gowa melalui mekanisme pergantian antar waktu (PAW), menggantikan Ramli Siddik Dg Rewa yang sebelumnya menjabat selama 15 bulan.
Ketua DPC PPP Kabupaten Gowa, Nursyam menjelaskan bahwa pergantian tersebut merupakan bagian dari kesepakatan internal partai yang telah dibuat sebelum pelantikan anggota DPRD Gowa periode 2024-2029.
Kesepakatan itu melibatkan tiga legislator PPP, yakni Ramli Siddik Dg Rewa, Fahmi Adam, dan Asrul Makkaraus.
Perjanjian bahkan dibuat di hadapan notaris dengan disaksikan oleh pimpinan partai PPP, Amir Uskara.
"Mereka bertiga membuat kesepakatan di depan notaris. Saya sebagai Ketua DPC PPP Gowa dan Pak Amir Uskara menjadi saksi," ujar Nursyam.
Dalam perjanjian tersebut disepakati pembagian masa jabatan Ketua DPRD Gowa.
Ramli Siddik Dg Rewa menjabat selama 15 bulan pertama, kemudian sisa masa jabatan dibagi antara Fahmi Adam dan Asrul Makkaraus.
"Fahmi Adam akan menjabat sekitar 22 bulan, setelah itu dilanjutkan oleh Asrul Makkaraus," jelasnya.
Janji Perkuat Sinergi
Usai dilantik, Fahmi Adam menyatakan kesiapannya menjalankan amanah sebagai Ketua DPRD Gowa.
Ia menegaskan akan melanjutkan program serta kinerja pimpinan sebelumnya, sekaligus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Gowa.
"Sebagai ketua, kami akan melanjutkan program dan kinerja pimpinan sebelumnya, serta memperkuat sinergitas dengan Pemerintah Kabupaten Gowa demi memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat," ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara legislatif dan eksekutif, khususnya dalam mengawal program-program prioritas daerah.
"Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah, terutama dalam mengawal program prioritas, termasuk penanganan kemiskinan ekstrem yang menunjukkan perkembangan positif," sebutnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
BRI Peduli Hadirkan Peluang Baru bagi Kelompok Usaha Wanita Lewat Komoditas Pala
-
54 Ribu Ibu Hamil di Sulsel Minum MMS Serentak, Apa Manfaatnya?
-
Tender Stadion Untia Makassar Rp350 Miliar Dibuka
-
Dipaksa Isap Vape Berisi Narkoba, Eks Santri Ini Bikin Komik 'Safe Space'
-
Apa yang Menarik Warga Berkunjung ke Pameran Dekranas di Makassar?