- Pembangunan fisik Stadion Sudiang di Sulawesi Selatan telah dimulai dengan fokus pengerjaan struktur pondasi dan pemadatan tanah.
- Kontraktor PT Waskita Karya mencatat progres konstruksi mencapai 3,05 persen hingga Rabu, 8 April 2026 di lapangan.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek beranggaran Rp674,9 miliar ini rampung pada tahun 2027 dengan skema pendanaan tahun jamak.
SuaraSulsel.id - Pembangunan Stadion Sudiang di Sulawesi Selatan kini resmi memasuki tahap fisik.
Setelah melalui serangkaian persiapan administratif dan teknis, proyek strategis ini mulai menunjukkan perkembangan nyata di lapangan dengan dimulainya pekerjaan struktur dasar, khususnya pondasi bangunan stadion.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sulawesi Selatan, Suherman mengungkapkan bahwa progres pembangunan oleh kontraktor pelaksana saat ini telah mencapai 3,05 persen.
Ia menjelaskan bahwa pekerjaan tidak lagi berada pada tahap persiapan, melainkan telah masuk ke fase konstruksi utama.
"Progresnya sudah 3,05 persen. Pekerjaan sudah dimulai masuk di pekerjaan struktur, yaitu pembangunan pondasi," ujar Suherman, Rabu, 8 April 2026.
Hal senada disampaikan Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Sulawesi Selatan, Direktorat Jenderal Prasarana Strategis, Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan.
Ia menegaskan bahwa aktivitas di lapangan kini difokuskan pada pengerjaan pondasi tapak, termasuk pada area tribun penonton yang menjadi salah satu bagian penting stadion.
"Alhamdulillah, saat ini sudah dilakukan pengerjaan pondasi, termasuk di area tribun penonton," kata Iwan saat dikonfirmasi.
Selain pengerjaan pondasi, aktivitas lain yang juga berlangsung di lapangan adalah peninggian dan pemadatan tanah pada area lapangan stadion.
Baca Juga: Lahan Digugat, Pemprov Sulsel Tetap Lanjut Bangun Stadion Sudiang Rp637 Miliar
Pekerjaan ini dilakukan secara bertahap per segmen guna memastikan kualitas dan kestabilan struktur tanah sebagai dasar bangunan.
Proyek Stadion Sudiang sendiri dirancang menggunakan skema pembiayaan multiyears atau tahun jamak, yang berlangsung dari 2025 hingga 2027.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan progres pembangunan dapat mencapai sekitar 65 persen, sehingga pembangunan dapat terus berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Sebelum memasuki tahap konstruksi fisik, proyek ini telah melalui dua tahapan penting, yaitu Pre-Construction Meeting (PCM) dan Mutual Check 0 (MC-0).
PCM merupakan rapat awal yang dilakukan sebelum pekerjaan dimulai, dengan tujuan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait, mulai dari kesiapan proyek, strategi pelaksanaan, spesifikasi teknis, hingga kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.
Sementara itu, MC-0 adalah proses penghitungan ulang volume pekerjaan dengan mencocokkan antara gambar rencana dan kondisi riil di lapangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
-
50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
Terkini
-
BRI Tekan Cost of Fund lewat Penguatan Dana Murah di Bawah Supervisi Danantara
-
54 Ribu Ibu Hamil Akan Pecahkan Rekor MURI di Perayaan HUT Dekranas
-
Bareskrim Polri Tolak Tangani Laporan Bupati Gowa Husniah Talenrang
-
Persaingan Appi vs IAS Memanas! Bahlil Akan Buka Musda Golkar Sulsel
-
Indonesia Impor Perdana Babi Asal Denmark