- Pembangunan fisik Stadion Sudiang di Sulawesi Selatan telah dimulai dengan fokus pengerjaan struktur pondasi dan pemadatan tanah.
- Kontraktor PT Waskita Karya mencatat progres konstruksi mencapai 3,05 persen hingga Rabu, 8 April 2026 di lapangan.
- Pemerintah menargetkan penyelesaian proyek beranggaran Rp674,9 miliar ini rampung pada tahun 2027 dengan skema pendanaan tahun jamak.
Tahapan ini penting untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan kondisi aktual, sehingga meminimalisasi potensi perbedaan atau kesalahan selama proses konstruksi.
Dalam pelaksanaan MC-0, tim surveyor terlebih dahulu melakukan koordinasi dan mempelajari dokumen perencanaan.
Selanjutnya, mereka menyusun jadwal survei lapangan untuk mengevaluasi kondisi eksisting. Hasil survei ini kemudian menjadi dasar dalam penyusunan gambar kerja yang dapat mengalami penyesuaian melalui addendum kontrak.
Seluruh hasil perhitungan dan penyesuaian tersebut dituangkan dalam laporan mutual check awal, yang menjadi acuan resmi dalam pelaksanaan proyek.
Dokumen ini mencakup berbagai aspek, mulai dari identitas proyek, rincian pekerjaan, lokasi, hingga pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan.
Untuk pelaksanaan konstruksi, pemerintah telah menetapkan PT Waskita Karya sebagai pemenang tender dengan nilai penawaran sebesar Rp637,15 miliar.
Perusahaan konstruksi nasional ini bertanggung jawab atas pembangunan fisik stadion hingga tahap penyelesaian.
Sementara itu, pekerjaan manajemen konstruksi dipercayakan kepada PT Kogas Driyap Konsultan, yang memenangkan lelang dengan nilai penawaran sebesar Rp8,27 miliar.
Peran manajemen konstruksi ini penting dalam memastikan proyek berjalan sesuai dengan standar kualitas, waktu, dan biaya yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Lahan Digugat, Pemprov Sulsel Tetap Lanjut Bangun Stadion Sudiang Rp637 Miliar
Dari sisi perencanaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan telah menyiapkan lahan seluas 15 hektare di kawasan GOR Sudiang.
Dari total luas tersebut, sekitar 7 hektare akan digunakan untuk bangunan utama stadion. Sementara sisanya dialokasikan untuk berbagai fasilitas pendukung.
Stadion ini dirancang memiliki kapasitas hingga 27 ribu penonton dengan konsep kursi tunggal (single seat), yang diharapkan dapat memberikan kenyamanan dan memenuhi standar stadion modern.
Adapun total anggaran yang disiapkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum mencapai Rp674,9 miliar. Anggaran tersebut dialokasikan secara bertahap selama tiga tahun, yakni Rp96,04 miliar pada 2025, Rp454,98 miliar pada 2026, dan Rp123,92 miliar pada 2027.
Dengan jangka waktu pelaksanaan selama 540 hari kalender sejak diterbitkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) hingga serah terima pertama, proyek Stadion Sudiang diharapkan dapat selesai tepat waktu dan menjadi salah satu infrastruktur olahraga kebanggaan Sulawesi Selatan.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- Promo Superindo Terbaru, Minyak Goreng Cuma Rp20 Ribuan, Susu dan Kecap Diskon Besar
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Jadwal Puasa Arafah 2026: Jangan Lewatkan Waktu Mustajab Berdoa, Dosa 2 Tahun Dihapus
-
Tinjau Proyek Rp430 Miliar di Hertasning, Gubernur Sulsel Pastikan Banjir Teratasi
-
Alami Cedera Kaki dan Asma, Dua Pendaki di Gunung Bulubaria Dievakuasi Malam Hari
-
Ratusan Personil Turun Tertibkan Pasar Tumpah yang Sudah Beroperasi 20 Tahun di Makassar
-
Razia WNA, Aparat Gabungan Sangihe Kepung Area Tambang Bowone