- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026 yang lalu.
- Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada 21 bangunan, termasuk rumah warga, kantor pemerintah, serta berbagai tempat ibadah.
- BPBD Kota Bitung masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan penanganan cepat bagi seluruh warga yang terdampak gempa.
SuaraSulsel.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi (2/4/2026) meninggalkan sejumlah kerusakan di Kota Bitung.
Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 21 bangunan mengalami kerusakan di berbagai wilayah.
Data sementara BPBD menunjukkan kerusakan tersebar di beberapa kecamatan, antara lain Maesa, Matuari, Madidir, Girian hingga kawasan Pulau Lembeh.
Getaran gempa yang terasa selama sekitar 15 hingga 20 detik itu menyebabkan kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari retakan ringan hingga kerusakan cukup serius pada sejumlah bangunan.
Sebagian besar bangunan yang terdampak merupakan rumah warga. Di beberapa titik, dinding rumah dilaporkan retak bahkan roboh akibat kuatnya guncangan.
Mengutip beritamanado.com, selain rumah warga, sejumlah fasilitas publik juga turut mengalami kerusakan.
Kantor Wali Kota Bitung dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian keramik dinding di lantai empat, sementara Kantor BPBD Kota Bitung juga mengalami kerusakan serupa pada bagian dinding bangunan.
Tempat ibadah juga termasuk dalam daftar bangunan terdampak. Beberapa gereja dan masjid dilaporkan mengalami kerusakan seperti plafon runtuh maupun dinding yang retak.
Di sejumlah lokasi, warga dilaporkan memilih mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman.
Baca Juga: Sulut Diguncang Gempa M 7,6: Pasukan Kodam XIII/Merdeka Langsung Gempur Lokasi Terdampak
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi gempa susulan serta karena kondisi rumah yang mengalami kerusakan.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bitung, Denny J. Mantouw, mengatakan pendataan kerusakan masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.
“Data laporan BPBD Kota Bitung ini masih bersifat sementara, akan terus di-update dan kami akan informasikan kemudian,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, serta terus mengikuti informasi resmi dari pemerintah maupun instansi terkait, termasuk BMKG.
Daftar Sementara Bangunan Terdampak
Beberapa bangunan yang tercatat mengalami kerusakan antara lain:
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Polisi Bongkar Jalur Sabu Malaysia-Makassar, Residivis Kembali Ditangkap
-
Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis
-
DPO 3 Tahun, Mantan Camat Tersangka Kekerasan Seksual Diserahkan ke Jaksa
-
Survei APJII Segini Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026
-
Pernah Gugat KFC Rp4 Miliar, Kini Om Botak Dicari Polisi Kasus Ambulans Desa