- Gempa berkekuatan 7,6 SR mengguncang Sulawesi Utara pada Kamis 2 April 2026 dengan pusat gempa di tenggara Kota Bitung.
- Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan bangunan pada tiga gereja Katolik di wilayah Kabupaten Minahasa dan juga Kota Tomohon.
- Meskipun terjadi kerusakan, pihak gereja memastikan pelaksanaan Misa Kamis Putih tetap dapat berlangsung dengan memperhatikan kewaspadaan gempa susulan.
SuaraSulsel.id - Gempa bumi berkekuatan 7,6 skala Richter yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) menyebabkan sejumlah bangunan mengalami kerusakan, termasuk tiga gereja Katolik di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.
Mengutip beritamanado.com, getaran gempa dirasakan cukup kuat di berbagai daerah, mulai dari Bitung, Minahasa Utara, Minahasa, Minahasa Selatan hingga Tomohon.
Berdasarkan data yang dihimpun dari laporan lapangan, pusat gempa berada sekitar 129 kilometer di tenggara Kota Bitung.
Tiga Gereja Terdampak
Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya tiga gereja Katolik mengalami kerusakan akibat guncangan gempa tersebut.
Ketiga gereja itu adalah Gereja Katolik Bunda Hati Kudus Yesus Rumengkor dan Gereja Katolik Kristus Raja Kembes di wilayah Kabupaten Minahasa, serta Gereja Katolik St. Yoseph Sarongsong di Kota Tomohon.
Di dua gereja yang berada di Minahasa, kerusakan terjadi pada bagian plafon yang dilaporkan ambruk akibat kuatnya getaran gempa.
Sementara itu, di Gereja Katolik St. Yoseph Sarongsong Tomohon, kerusakan yang terjadi tergolong ringan.
Beberapa dekorasi gereja yang sebelumnya telah dipasang untuk perayaan Misa Kamis Putih dilaporkan jatuh saat gempa terjadi.
Baca Juga: Peringatan Dini Tsunami 4 Berakhir, Warga Diminta Tenang
Tetap Siap Gelar Misa Kamis Putih
Peristiwa ini terjadi tepat pada hari ketika umat Katolik bersiap melaksanakan Misa Kamis Putih pada malam hari.
Pastor Paroki Gereja Katolik St. Yoseph Sarongsong, RD Reiner Saneba, memastikan kondisi gereja yang dipimpinnya masih aman untuk digunakan.
“Beberapa dekorasi misa yang terjatuh di lantai sudah kami bersihkan dan kondisi bagian dalam gereja siap untuk menggelar Misa Kamis Putih,” ungkapnya.
Meski demikian, pihak gereja tetap mengimbau umat untuk tetap waspada mengingat potensi gempa susulan masih mungkin terjadi setelah gempa utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Mau Tambah Daya Listrik Rumah? PLN Beri Diskon 50% Spesial Kemerdekaan, Cuma Sampai Tanggal Ini
-
Kebijakan Baru Pemkot Makassar Bikin Pusing Pemulung dan Pengangkut Sampah
-
Naik Hercules TNI AU, 30 Ton Bantuan Pemprov Sulsel Meluncur ke Titik Gempa NTT
-
Kado Kemerdekaan, Gubernur Sultra Turunkan Pajak Kendaraan Lama hingga 23 Persen
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum