- Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara pada Kamis pagi, 2 April 2026 yang lalu.
- Guncangan tersebut menyebabkan kerusakan pada 21 bangunan, termasuk rumah warga, kantor pemerintah, serta berbagai tempat ibadah.
- BPBD Kota Bitung masih melakukan pendataan lanjutan guna memastikan penanganan cepat bagi seluruh warga yang terdampak gempa.
Rumah keluarga Ibrahim–Bidamin, Bitung Barat I (dinding rumah runtuh)
Rumah James Asis, Bitung Barat I (dinding rumah runtuh)
Rumah keluarga Walangitan–Maudu, Bitung Barat I (dinding rumah runtuh)
Rumah keluarga Mangundap, Bitung Barat II (dinding retak)
Kantor Wali Kota Bitung lantai 4 (keramik dinding rontok)
Kantor BPBD Kota Bitung (keramik dinding rontok)
Rumah keluarga Siahaya–Kakombohi, Manembo-nembo Tengah (dapur roboh tertimpa talud)
Rumah keluarga Hamzah–Sendow, Manembo-nembo Atas (dinding retak)
Gereja GMIM Petra Wangurer Barat (plafon runtuh)
Masjid Al-Wathan Wangurer Barat (dinding retak)
Gereja GPDI Petra Madidir, Madidir Unet (dinding retak dan plafon runtuh)
Gereja Getsmani Paceda (plafon runtuh)
Pastori GKPMI Galilea Batukota (dinding retak)
Rumah keluarga Samalari–Lumakore, Batukota (dinding rumah runtuh)
Rumah keluarga Karlos–Sarindat, Batukota (dinding rumah runtuh)
Kantor Lurah Batukota (dinding retak)
Aula BPU Kecamatan Pintukota (roboh menimpa rumah)
Gereja GPdI Rarandam Pintukota (plafon runtuh)
Rumah Aminudin Limpong, Pintukota (dinding rumah runtuh)
Masjid Almutaqin Girian Weru I (keramik dinding runtuh)
Masjid Jami An-Nur Girian Bawah (dinding retak)
Pemkot Bitung melalui BPBD saat ini terus melakukan pendataan lanjutan sekaligus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk memastikan penanganan cepat bagi warga yang terdampak.
Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan pihaknya masih menunggu laporan resmi dari Balai Pelestarian Kebudayaan mengenai dampak gempa terhadap situs atau warisan budaya di wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara.
“Kita akan menunggu laporan dari Balai Pelestarian Kebudayaan di Sulawesi Utara,” kata Fadli.
Ia berharap gempa berkekuatan 7,6 magnitudo tersebut tidak menimbulkan kerusakan pada situs-situs warisan budaya yang berada di kawasan terdampak.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Polisi Bongkar Jalur Sabu Malaysia-Makassar, Residivis Kembali Ditangkap
-
Kolaka Wajibkan ASN Bersepeda Tiap Hari Kamis
-
DPO 3 Tahun, Mantan Camat Tersangka Kekerasan Seksual Diserahkan ke Jaksa
-
Survei APJII Segini Jumlah Pengguna Internet di Indonesia Tahun 2026
-
Pernah Gugat KFC Rp4 Miliar, Kini Om Botak Dicari Polisi Kasus Ambulans Desa