- Hamzah, seorang juru parkir di Pantai Losari, Makassar, mendapatkan penghasilan enam juta rupiah per bulan sejak tahun 2021.
- Pendapatan tersebut melampaui UMK Kota Makassar tahun 2026 dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga serta pendidikan anaknya.
- Profesi informal ini menjadi pilihan realistis bagi warga di tengah tingginya angka pengangguran terbuka sebesar 9,60 persen.
Namun, tetap menempatkan Makassar sebagai salah satu daerah dengan tingkat pengangguran tertinggi di Sulawesi Selatan.
Fenomena ini tak lepas dari derasnya arus urbanisasi. Makassar menjadi magnet bagi pencari kerja dari berbagai daerah di Indonesia Timur, baik untuk pendidikan maupun mencari penghidupan.
Sementara itu, ketersediaan lapangan kerja formal belum mampu mengimbangi jumlah pencari kerja yang terus bertambah.
Dalam kondisi seperti itu, sektor informal menjadi ruang bertahan.
Profesi seperti juru parkir yang sering dipandang sebelah mata, justru menjadi salah satu pilihan realistis bagi mereka yang tidak memiliki banyak opsi.
Termasuk Hamzah yang hanya menamatkan pendidikan hingga tingkat SMP.
"Dulu saya tidak punya cita-cita karena hanya tamat SMP. Saya merasa tidak ada kesempatan kerja. Jadi daripada menganggur, ya begini," katanya.
Meski mampu menghasilkan pendapatan di atas UMK, pekerjaan sebagai juru parkir bukan tanpa risiko.
Hamzah harus bekerja dari pukul 17.00 wita hingga tengah malam menghadapi padatnya kendaraan, cuaca yang tak menentu, serta tuntutan untuk menjaga keamanan barang milik orang lain.
Baca Juga: WFH Pemkot Makassar: Lurah, Camat, Kepala Dinas Tetap Masuk Kantor
"Paling berat jadi tukang parkir itu ya jaga. Kita jaga amanahnya orang. Kalau ada yang hilang, kita yang disalahkan," ujarnya.
Ia juga mengaku kerap menghadapi perlakuan kurang menyenangkan dari sebagian pengguna jasa parkir.
Profesi yang ia jalani tak jarang dianggap remeh, bahkan soal tarif pun sering menjadi perdebatan.
"Kami sering dianggap remeh. Ada yang kasih tidak sesuai tarif, tapi mau marah juga tidak enak," katanya.
Meski demikian, Hamzah memilih bertahan. Ia menyadari, di tengah terbatasnya peluang kerja, pekerjaan ini adalah sumber penghidupan yang harus dijaga.
"Saya mau amanah. Karena hasil ini yang saya pakai untuk keluarga," ucapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Total Dana Korban Penipuan Tembus Rp811,1 Miliar, Sebanyak 702.833 Rekening Diblokir
- Media Inggris: FIFA ASEAN Cup Akal-akalan Infantino Pertahankan Posisi, Prabowo Kena Prank
- Arti Mimpi Ketemu Orang yang Sudah Meninggal tapi Tidak Bicara Menurut Primbon Jawa
- Aliran Minyak di Selat Hormuz Sudah Normal, Mengapa Harga BBM Masih Mahal?
- Selamat Tinggal Kevin Diks, Cabut Lebih Cepat dari Skuad Timnas Indonesia Usai Juara
Pilihan
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
-
Polisi Dalami Dugaan Pemalsuan Suket Pendidikan Gibran
-
PDI Perjuangan: Gibran Lebih Baik Mundur dari Wapres
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
Terkini
-
Skakmat Peramal 'Indonesia Kolaps', Prabowo: Saya Lihat Langsung Masa Depan Indonesia Cerah
-
Kronologi 'COD' Geng Motor Warmen 27 Vs Tabe 22 di Makassar, 1 Tewas
-
Tragedi KM Virgo Transport 8: Nakhoda Hingga General Manager Diciduk Polisi
-
Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan
-
Dosen Menangis Berujung Pengeroyokan Brutal di Fakultas Teknik Untad