- Warga menemukan jenazah Nurul Izza terbungkus plastik di kebun Desa Congko, Soppeng, pada 30 Maret 2026.
- Polisi menetapkan mantan pacar korban berinisial BA sebagai terduga pelaku pembunuhan setelah melakukan serangkaian penyelidikan.
- Penyidik masih mendalami motif pembunuhan melalui pembuktian ilmiah sembari menahan pelaku yang sebelumnya terlibat kasus penggelapan.
SuaraSulsel.id - Nasib tragis menimpa Nurul Izza, warga Desa Congko, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.
Perempuan berusia 25 tahun itu ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Ia diduga menjadi korban pembunuhan.
Sebelumnya, jasad Nurul ditemukan warga di sebuah kebun kecil dalam kondisi terbungkus rapat menggunakan kantong plastik sampah dan dibalut selimut.
Penemuan bermula dari kecurigaan warga terhadap sebuah bungkusan yang mengeluarkan bau menyengat.
Saat kantong plastik itu dibuka, warga dikejutkan dengan isi di dalamnya. Ada sesosok tubuh manusia yang sudah tidak bernyawa.
Temuan tersebut kemudian segera dilaporkan ke pihak kepolisian.
Kasus pembunuhan ini pun terungkap secara perlahan meski diwarnai sejumlah kendala dalam proses identifikasi awal.
Tim medis dan penyidik mengalami kesulitan karena kondisi jenazah yang telah mengalami pembusukan lanjut atau macerated. Wajah dan ciri-ciri fisik korban sulit dikenali secara kasat mata.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Baca Juga: Tak Diakui Anak, Pria di Bulukumba Bunuh Ayah Kandung dan Mutilasi Tubuh Korban
Dari hasil pemeriksaan, identitas korban akhirnya terungkap pada Rabu, 1 April 2026. Korban adalah Nurul Izza yang sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya.
Kasat Reskrim Polres Soppeng, AKP Dodie Ramaputra mengungkapkan bahwa korban diduga dibunuh di sebuah penginapan. Sebelum jasadnya dibuang ke area perkebunan.
"Diduga dibunuh di penginapan kemudian dibuang di kebun. Jenazahnya sudah dalam kondisi rusak karena beberapa hari baru ditemukan," ujar Dodie, Kamis, 2 April 2026.
Hasil penyelidikan, terduga pelaku mengarah pada satu nama, yakni BA (25) yang tak lain adalah mantan pacar korban.
Polisi mengungkap bahwa keduanya memang pernah menjalin hubungan asmara, meski saat kejadian mereka sudah berstatus putus.
"Pelaku dan korban sempat pacaran. Namun saat korban dilaporkan hilang, hubungan mereka sudah berakhir, hanya saja masih intens berkomunikasi," jelas Dodie.
Kecurigaan terhadap BA menguat setelah pihak keluarga korban memberikan keterangan bahwa pelaku sempat meminta uang tebusan. Dugaan ini kini masih didalami oleh penyidik.
"Ada penyampaian dari pihak keluarga bahwa pelaku sempat meminta uang tebusan. Ini masih kami dalami. Kami juga menghadapi kendala karena pelaku cukup licik, pandai memanipulasi fakta, dan tidak kooperatif," lanjutnya.
Menariknya, sebelum kasus pembunuhan ini terungkap, BA ternyata telah lebih dulu diamankan polisi dalam perkara berbeda, yakni dugaan penggelapan.
Kondisi ini dimanfaatkan penyidik untuk mencegah pelaku melarikan diri.
"Setelah menerima laporan kehilangan dari keluarga korban, kami sudah mencurigai pelaku. Kebetulan dia juga terlibat kasus penggelapan, sehingga itu menjadi dasar untuk menahannya lebih dulu agar tidak kabur," ungkap Dodie.
Hingga kini, kata Dodie, motif pembunuhan masih sedang didalami.
Polisi menyebut hanya pelaku yang mengetahui secara pasti alasan di balik tindakan keji tersebut. Namun, penyidik memastikan motif akan terungkap melalui pengumpulan bukti-bukti ilmiah.
"Motif masih kami dalami. Itu akan terungkap melalui scientific crime investigation. Nanti tidak bisa terbantahkan jika semua bukti sudah lengkap," tegasnya.
Sebelumnya, Nurul Izza dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak Senin, 16 Maret 2026.
Laporan tersebut langsung ditindaklanjuti dengan pembentukan tim untuk melakukan pencarian dan penyelidikan secara intensif.
Dua pekan berselang, pencarian itu berujung pilu.
Pada Senin, 30 Maret 2026, sekitar pukul 12.00 Wita, jasad korban ditemukan di area perkebunan di Desa Congko, tak jauh dari tempat tinggalnya.
Penemuan itu sekaligus mengakhiri pencarian, namun menyisakan luka mendalam bagi keluarga.
Harapan untuk menemukan Nurul dalam keadaan selamat pupus, berganti dengan kenyataan pahit yang sulit diterima.
Kini, penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Biddokes Polda Sulawesi Selatan guna melengkapi proses penyelidikan.
Polisi juga terus menggali keterangan dari pelaku untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang berujung pada hilangnya nyawa Nurul Izza.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
- Penyebab BRImo Sempat Terkendala Pagi Ini, Kini Layanan Pulih Sepenuhnya
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
WFH Pemkot Makassar: Lurah, Camat, Kepala Dinas Tetap Masuk Kantor
-
Sempat Picu Kepanikan, Bagaimana Situasi Terkini Maluku Utara Pasca Gempa Besar?
-
Kisah Pilu Nurul Izza yang Tewas Mengenaskan di Soppeng, Diminta Bayar Uang Tebusan
-
Tiga Gereja Katolik di Minahasa dan Tomohon Rusak Akibat Gempa
-
Viral Vicky Katiandagho Mundur Sebagai Anggota Polri: Benarkah Terkait Kasus Korupsi di Minahasa?