Muhammad Yunus
Senin, 30 Maret 2026 | 15:11 WIB
Suasana hari pertama masuk kerja di lingkup Kantor Gubernur Sulawesi Selatan diwarnai kegaduhan, Senin, 30 Maret 2026 [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Puluhan pegawai Diskominfo SP Kantor Gubernur Sulsel mendapati ruangan mereka dibobol pada Senin, 30 Maret 2026.
  • Dugaan sementara pelaku mencari uang, namun kerugian hanya berupa kerusakan fasilitas kantor seperti pintu dan laci.
  • Insiden ini merupakan kali ketiga dalam sebulan terakhir, memunculkan pertanyaan tentang lemahnya sistem keamanan kantor tersebut.

Saat itu, pelaku menyasar sejumlah ruangan, termasuk di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Biro Umum.

Dalam kejadian sebelumnya, pelaku bahkan sempat diamankan oleh petugas Satpol PP.

Namun, alih-alih diproses lebih lanjut, pelaku dilepaskan setelah barang yang diambil dikembalikan.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, pelaku diduga merupakan anak dari seorang pensiunan pegawai di lingkup Pemprov Sulsel.

Ia disebut telah mengenal area kantor dengan baik dan kerap terlihat keluar masuk kawasan tersebut.

Saat diamankan, pelaku hanya diminta membuat surat pernyataan untuk mengembalikan barang yang diambil. Setelah itu, yang bersangkutan dilepas.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan terkait sistem pengamanan di lingkungan Kantor Gubernur Sulsel.

Pasalnya, meski terdapat penjagaan oleh Satpol PP, aksi pencurian tetap berulang.

Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwin Azis membantah adanya kejadian pembobolan terbaru di ruang Diskominfo SP.

Baca Juga: Waduh! 400 ASN Pemprov Sulsel Tidak Hadir Hari Pertama Kerja

"Tidak ada kejadian seperti itu. Tidak pernah ada laporan yang masuk ke kami," ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia juga menegaskan bahwa kasus pencurian yang sebelumnya terjadi telah diselesaikan.

Pelaku, kata dia, sudah diamankan dan barang yang diambil telah dikembalikan.

"Yang kemarin itu kasus lama. Pelakunya sudah ditangkap, barangnya sudah dikembalikan. Sudah selesai, bukan masalah," jelasnya.

Terkait dugaan pembobolan di ruang Humas, Arwin mengaku pihaknya masih akan melakukan pengecekan karena belum menerima laporan resmi.

"Kami cek dulu karena belum ada laporannya," tambahnya.

Load More