- Seorang siswi SMP berinisial NH (15) hilang sembilan hari di Makassar, ditemukan di Gowa bersama pelaku JR (31).
- Pelaku JR (31) memikat korban menggunakan foto profil media sosial yang lebih muda dan menjanjikan pernikahan.
- JR dijerat UU Perlindungan Anak karena mengakui telah menyetubuhi korban sebanyak lima kali selama penyekapan.
Setelah berhasil menjerat perasaan korban, JR merencanakan pertemuan fisik. Pelaku memesankan transportasi online untuk menjemput korban di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga.
Dari titik pertemuan di kawasan CPI Makassar tersebut, korban dibawa menuju rumah pelaku di daerah Barombong. Meski sempat ada niat untuk mengantar pulang pada pertemuan pertama, JR justru memanfaatkan situasi keretakan komunikasi korban dengan keluarganya untuk membawa NH ke rumahnya.
Sembilan Hari Menghilang
Selama sembilan hari NH disembunyikan di rumah pelaku, JR melancarkan janji-janji manis. Ia mengiming-imingi korban akan dinikahi agar NH bersedia tetap tinggal bersamanya.
Namun, di balik janji tersebut, JR justru melakukan tindakan kekerasan seksual. Berdasarkan hasil interogasi pihak kepolisian, pelaku mengakui telah melakukan hubungan badan dengan korban sebanyak lima kali selama masa tersebut.
JR memanfaatkan kerentanan psikologis korban yang saat itu sedang kabur dari pengawasan orang tuanya.
"Pelaku mengakui perbuatannya. Selama bersama di rumah tersebut, terjadi persetubuhan sebanyak lima kali," tambah AKP Hamka.
Saat ini, JR telah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti dan melakukan pemeriksaan intensif terhadap pelaku guna mendalami apakah ada korban lain dalam modus serupa.
Atas perbuatannya, JR terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak terkait tindak pidana kekerasan seksual.
Ancaman hukumannya tidak main-main, yakni pidana penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun, serta denda paling banyak Rp 5 miliar. Di sisi lain, korban NH telah dikembalikan kepada pihak keluarga.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada para orang tua untuk lebih waspada dan memperketat pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka di media sosial, guna menghindari predator anak yang kerap bersembunyi di balik akun palsu.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
-
Delhi Diteror Geng Pemerkosa India, Korbannya Cewek 17 Tahun
-
Winger PSM Rizky Eka Dipanggil John Herdman, Dean James dan Calvin Verdonk Belum Nongol
-
El Nino Gerus PLTA, PLN Kehilangan 650 MW di Sulawesi
-
Review Drama As You Stood By, Ketika Hukum Gagal Melindungi Korban KDRT
-
Prabowo Ungkap Kekuatan Ekonomi Besar Mau Sogok Hakim sampai Presiden
Terpopuler
- Sosok Arnold Aristoteles, Mantan Jenderal yang Dimarahi Menteri PU Dody Hanggodo
- Apakah Kulkas Harus Dimatikan saat Membersihkan Bunga Es? Begini Cara yang Benar
- Urutan Pemakaian Air Mawar, Moisturizer, dan Sunscreen di Pagi Hari yang Tepat
- 15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke
- 9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu
Pilihan
-
Masinis Argo Bromo Anggrek Jadi Tersangka Kecelakaan Kereta di Bekasi
-
Hasil Rapat Haji di Istana, Masa Tunggu Jadi 14 Tahun
-
Hasil Investigasi di Lapas Cibinong: Kulkas Berisi Miras hingga Perabotan Mewah Milik Kasi Kamtib
-
Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
Terkini
-
Petani Bulukumba Optimistis Bisa Panen Padi 3 Kali Setahun
-
Mobil Hilang Kendali dan Terguling, 3 Anggota Damkar Pangkep Gugur
-
Desain Baru Gedung DPRD Sulsel Lebih Mewah, Ada Ruang Pribadi dan Parkir 130 Kendaraan
-
Mengenang Anthonius: Selamatkan Ratusan Nyawa Penumpang Pesawat di Palu
-
Cegah Korupsi di Kampus UNM, Farida Patittingi: SPI Jangan Ragu