Muhammad Yunus
Jum'at, 20 Maret 2026 | 15:19 WIB
Umat muslim melaksanakan Salat Idul Fitri 1446 Hijriah di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur, Senin (10/3/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Baca 10 detik
  • Shalat Idulfitri merupakan ibadah sunnah muakkadah yang dilaksanakan dua rakaat, diawali takbir tujuh kali di rakaat pertama dan lima kali di rakaat kedua.
  • Waktu pelaksanaan shalat Idulfitri dimulai sekitar 15–20 menit setelah matahari terbit hingga waktu Dzuhur tiba.
  • Setelah salat selesai, umat dianjurkan mengikuti dua sesi khutbah yang diawali dengan takbir dan berisi nasihat ketakwaan.

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini imāman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi imam karena Allah Ta’ala.”

Niat sebagai makmum:

أُصَلِّي سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ رَكْعَتَيْنِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallī sunnatan li’idil fiṭri rak’ataini ma’mūman lillāhi ta’ālā.

Artinya: “Aku berniat melaksanakan shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat seraya menjadi makmum karena Allah Ta’ala.”

2. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram dilakukan dengan mengucapkan kalimat “Allahu Akbar” sambil mengangkat kedua tangan. Pada saat yang sama, niat dihadirkan dalam hati sebagaimana dijelaskan sebelumnya.

Baca Juga: Imam dari Yaman Akan Pimpin Salat Id di Karebosi, Rektor UIN Makassar Sampaikan Khutbah

Jadi, langkah pertama (niat) dan kedua (takbiratul ihram sambil mengangkat kedua tangan) dilaksanakan secara bersamaan.

3. Membaca Doa Iftitah

Setelah melaksanakan takbiratul ihram, tahap selanjutnya adalah membaca doa iftitah sebagaimana dalam shalat biasa, yang mana hukumnya adalah sunnah.

Berikut lafaz doa Iftitah:

إِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمٰوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ، إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ

Inni wajjahtu wajhiya lilladzī faṭaras-samāwāti wal-arḍa ḥanīfan musliman wa mā anā minal-musyrikīn. Inna ṣalātī wa nusukī wa maḥyāya wa mamātī lillāhi rabbil-‘ālamīn. Lā syarīka lah, wa bidhālika umirtu wa anā minal-muslimīn.

Load More