Muhammad Yunus
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:14 WIB
Ilustrasi salat Idulfitri (Freepik/yurijeka)
Baca 10 detik
  • PW Muhammadiyah Sulsel menyiapkan lokasi salat Idulfitri di Makassar setelah 1 Syawal 1447 H ditetapkan Jumat, 20 Maret 2026.
  • Muhammadiyah menetapkan tanggal Idulfitri berdasarkan metode hisab KHGT yang mengedepankan parameter astronomis global terpenuhi.
  • Pemerintah masih menunggu sidang isbat, sementara pemantauan hilal di Makassar menunjukkan kondisi belum memenuhi kriteria rukyat.

SuaraSulsel.id - Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sulawesi Selatan telah menyiapkan sejumlah lokasi pelaksanaan salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kota Makassar.

Penetapan lokasi ini menyusul keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

Di Makassar, salat Id Muhammadiyah akan digelar di beberapa titik strategis. Mulai dari halaman gedung dakwah hingga kawasan pendidikan.

Beberapa lokasi yang disiapkan antara lain:

- Halaman Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan di Jalan Perintis Kemerdekaan

- Halaman Universitas Muhammadiyah Makassar

- Halaman Pesantren Darul Arqam Muhammadiyah Gombara.

Pemilihan lokasi tersebut mempertimbangkan kapasitas jemaah serta kemudahan akses bagi masyarakat.

Selain itu, tempat-tempat tersebut dinilai representatif untuk menampung pelaksanaan salat Id secara berjemaah dengan tertib dan nyaman.

Baca Juga: Apakah Besok Pemerintah Lebaran? Kemenag Sulsel Pantau Hilal 1 Syawal 1447 H di Unismuh Makassar

Pelaksanaan salat Id pada Jumat ini menjadi bagian dari ketetapan Muhammadiyah yang lebih dahulu menetapkan Hari Raya Idulfitri dibandingkan pemerintah.

Meski demikian, warga Muhammadiyah tetap diimbau untuk menjaga suasana kondusif dan menghormati perbedaan yang ada di tengah masyarakat.

Wakil Ketua Muhammadiyah Sulawesi Selatan, Dr Mawardi Pewangi menjelaskan penetapan 1 Syawal 1447 H didasarkan pada metode hisab menggunakan Kalender Hijriyah Global Tunggal (KHGT).

Menurutnya, sistem ini mengedepankan pendekatan astronomis dengan standar global.

Artinya, awal bulan hijriah dapat ditetapkan secara serentak di seluruh dunia selama parameter tertentu telah terpenuhi di salah satu wilayah bumi.

"Penetapan Lebaran pada Jumat merupakan hasil perhitungan astronomis yang memenuhi kriteria KHGT secara global," ujar Mawardi, Kamis, 19 Maret 2026.

Load More