Budi Arista Romadhoni
Rabu, 18 Maret 2026 | 16:53 WIB
Jemaah An Nadzir di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. [ANTARA FOTO/Abriawan Abhe]
Baca 10 detik
  • Jemaah An Nadzir Gowa menetapkan Idulfitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.
  • Penetapan ini didasarkan pada metode gabungan hisab dan rukyat, termasuk pengamatan fenomena gerhana bulan.
  • Keputusan Idulfitri ditunda sehari karena waktu ijtima setelah pagi, tidak sesuai tuntunan salat Idulfitri.

Meski secara astronomi pergantian bulan telah terjadi, jemaah An Nadzir tidak langsung menetapkan hari tersebut sebagai Idulfitri. Hal ini karena waktu ijtima berlangsung setelah pagi hari, sementara pelaksanaan salat Idulfitri secara syariat dilakukan pada pagi hari.

"Pada Kamis, 19 Maret 2026, waktu sudah tidak memungkinkan untuk pelaksanaan salat Idulfitri karena telah melewati pagi hari. Nabi mencontohkan pelaksanaan salat Ied dilakukan pada pagi hari," jelas Samiruddin.

Dengan pertimbangan tersebut, jemaah An Nadzir memutuskan untuk menggenapkan Ramadan hingga 30 hari dan melaksanakan salat Idulfitri keesokan harinya, yakni Jumat, 20 Maret 2026.

Ia juga menyebutkan, pada sore hari Kamis, posisi hilal diperkirakan sudah berada di atas ufuk barat dengan ketinggian sekitar 3 hingga 4 derajat, yang semakin menguatkan penetapan tersebut.

Lebih lanjut, Samiruddin mengimbau seluruh jemaah untuk mengakhiri puasa tepat pada waktu ijtima sebagai bentuk kehati-hatian, agar tidak berpuasa pada awal Syawal yang hukumnya dilarang dalam syariat Islam.

"Ini bagian dari ikhtiar kami agar tidak melewati batas waktu yang telah ditentukan," katanya.

Jemaah An Nadzir dijadwalkan akan melaksanakan salat Idulfitri pada Jumat, 20 Maret 2026, pukul 07.00 Wit.

Penetapan ini menunjukkan konsistensi jemaah An Nadzir dalam menggunakan metode penentuan awal bulan hijriah yang berbeda dengan pemerintah maupun organisasi Islam arus utama. 

Meski demikian, perbedaan tersebut selama ini telah menjadi bagian dari dinamika penentuan hari besar keagamaan di Indonesia.

Baca Juga: Jamaah An Nadzir Lebaran Lebih Awal

Kontributor : Lorensia Clara Tambing

Load More