- Sekda Sulbar Junda Maulana meminta para dai mengimbau masyarakat agar tidak merayakan Idul Adha 1447 Hijriah secara berlebihan.
- Pemerintah Provinsi Sulbar dan Bank Indonesia berupaya menjaga inflasi tetap terkendali melalui koordinasi pengendalian harga komoditas pangan.
- Kegiatan yang berlangsung di Mamuju tersebut menekankan pentingnya komunikasi efektif agar distribusi daging kurban lebih merata.
SuaraSulsel.id - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Barat Junda Maulana meminta peran para dai di daerah itu menjadi jembatan informasi bagi pemerintah untuk mengajak masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan Idul Adha 1447 Hijriah atau tahun 2026.
"Saya berharap para dai bisa menjadi jembatan informasi di tengah masyarakat. Pesan yang disampaikan diharapkan sederhana namun berdampak, yakni mengajak masyarakat merayakan Idul Adha secara tidak berlebihan," kata Junda Maulana di Mamuju, Selasa (5/5).
Junda Maulana mengatakan itu saat membuka kegiatan Refreshment Gerakan Bersama Jaga Inflasi (Gerai) Sulbar menjelang Idul Adha 1447 Hijriah.
Kegiatan yang digelar Bank Indonesia bersama Pemprov Sulbar dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulbar itu bertujuan menjaga inflasi tetap terkendali di momen Idul Adha yang rawan lonjakan harga.
"Momentum hari besar keagamaan memang kerap diikuti kenaikan harga kebutuhan. Karena itu, peran berbagai pihak dinilai penting, termasuk para dai yang menjadi peserta kegiatan ini," jelas Junda Maulana.
Junda Maulana mengatakan, pemerintah sudah menyiapkan berbagai langkah, mulai dari ketersediaan komoditas hingga dukungan transportasi.
Namun, ada satu hal yang dinilai krusial, yakni komunikasi ke masyarakat.
"Karena kita sudah melakukan bagaimana penyediaan komoditas, kemudian transportasi keterjangkauan dan lain sebagainya. Tapi tinggal satu, yaitu bagaimana komunikasi, karena apa pun yang dilakukan pemerintah, kalau masyarakatnya tidak mendukung maka tidak akan sukses," jelasnya.
Selain itu, distribusi daging kurban juga diharapkan lebih merata, terutama kepada masyarakat kurang mampu, agar tidak memicu lonjakan permintaan di pasar.
Baca Juga: Mengapa Banyak Anak di Sulbar Masih Enggan Kembali ke Sekolah?
"Sebenarnya peran ini tidak hanya sampai di sini. Kita berharap sustainable, para dai ini bukan hanya momentumnya ini, tapi dimana-mana juga memberikan advokasi penjelasan kepada masyarakat berkaitan inflasi," ujar Junda Maulana.
Sekda juga memastikan kondisi inflasi di Sulbar saat ini masih terkendali, yakni angkanya berada di level 1,6 persen.
"Sulbar masih dalam batas normal karena inflasi yang bagus itu ada 2,5 persen plus minus satu persen. Kita di angka 1,6, artinya masih di atas batas bawah yaitu 1,5 persen. Itu yang kita perlu jaga," kata Junda Maulana.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
Terkini
-
Ahmad Sahroni: Pengendara Harley Davidson Jangan Norak!
-
Tembus Rp4,7 Triliun! Intip Ke Mana Saja Larinya Belanja Pemerintah Pusat di Sulsel
-
Harga Bahan Melonjak, Program Tiga Juta Rumah Subsidi Presiden Prabowo Gagal?
-
Tri Tito Karnavian Puji Kepemimpinan Gubernur Sulsel Sukseskan Program Zero Dose
-
Ekonomi Sulawesi Selatan Tumbuh 6,88 Persen, 170 Ribu Lapangan Kerja Baru Tercipta