- Pemerintah menyiapkan Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) sebagai rest area selama mudik Lebaran 2026.
- Fasilitas di UPPKB meliputi minuman, area istirahat, dan toilet untuk kenyamanan pemudik di Sulsel.
- Dinas Perhubungan Sulsel memprediksi 5,14 juta pergerakan kendaraan selama mudik karena libur panjang dan infrastruktur membaik.
Sementara untuk jalur mudik menuju wilayah timur, pemudik dapat memanfaatkan UPPKB Tana Batue di Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone, serta UPPKB Sajoanging di Kecamatan Sajoanging, Kabupaten Wajo.
Selain jembatan timbang, pemerintah juga menyiapkan sejumlah terminal sebagai pusat rest area bagi pemudik.
Empat terminal yang disiapkan tersebut yakni Terminal Pekkae di Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Terminal Lumpue di Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Terminal Watampone atau Petta Ponggawae di Kabupaten Bone, serta Terminal Daya di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar.
Dengan adanya fasilitas tersebut, diharapkan para pemudik memiliki lebih banyak pilihan tempat untuk beristirahat sehingga perjalanan dapat berlangsung lebih aman dan nyaman.
Dinas Perhubungan Sulawesi Selatan memprediksi pergerakan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini akan mengalami peningkatan.
Kepala Dinas Perhubungan Sulsel Andi Erwin Terwo mengatakan jumlah pergerakan kendaraan diperkirakan mencapai sekitar 5,14 juta unit selama periode mudik.
Jumlah tersebut terdiri atas sekitar 4,51 juta sepeda motor dan sekitar 634 ribu mobil.
"Diperkirakan ada kenaikan sekitar 5 persen dibandingkan tahun lalu," kata Andi Erwin.
Ia menambahkan, potensi puncak arus mudik diperkirakan mencapai sekitar 38 ribu pergerakan kendaraan per hari.
Baca Juga: Pemudik Sulsel Dapat Asuransi Kebakaran, Kecelakaan dan Pencurian Rumah
Sementara jumlah kendaraan yang diperkirakan masuk ke wilayah Sulawesi Selatan berkisar antara 350 ribu hingga 400 ribu unit kendaraan.
Menurut Andi Erwin, tingginya arus mudik tahun ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya masa libur Lebaran yang relatif panjang.
Selain itu, kondisi infrastruktur jalan yang semakin baik juga mendorong meningkatnya mobilitas masyarakat untuk pulang ke kampung halaman.
Pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait pun terus melakukan berbagai persiapan guna mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat tersebut.
"Kami terus melakukan koordinasi dan rapat dengan berbagai pihak untuk memastikan seluruh persiapan berjalan dengan baik," ujarnya.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat selama periode mudik, pemerintah kembali mengingatkan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Saat Rumah Petani Luwu Timur Rata dengan Tanah Demi Ambisi PSN
-
BRI Perkuat Pembiayaan Perumahan, Presiden Prabowo Subianto Pimpin Akad 62 Ribu KPR FLPP
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan