- Zullikar Tanjung resmi dilantik menjadi Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tengah menggantikan Nuzul Rahmat pada Kamis, 30 April.
- Pelantikan dipimpin Jaksa Agung ST Burhanuddin di Palu untuk memperkuat kinerja institusi serta meningkatkan kualitas pelayanan hukum masyarakat.
- Zullikar memiliki rekam jejak sebagai mantan Wakajati Sulteng yang berpengalaman dalam pengendalian perkara serta kebijakan penegakan hukum nasional.
SuaraSulsel.id - Direktur B pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum (JAMPidum) Zullikar Tanjung, resmi menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah (Sulteng) menggantikan pejabat sebelumnya Nuzul Rahmat.
“Berikan yang terbaik, bukan karena tuntutan jabatan, tetapi sebagai wujud integritas dan kehormatan diri. Tunjukkan kinerja tidak hanya memenuhi target, tetapi meninggalkan jejak pengabdian bermakna, yang kelak dikenang sebagai kontribusi nyata bagi institusi, bangsa, dan negara,” kata Jaksa Agung Republik Indonesia ST. Burhanuddin dalam keterangan tertulis di Palu, Kamis (30/4).
Sebelum dipercaya mengemban jabatan Kajati Sulteng, Zullikar Tanjung JAMPidum. Jabatan tersebut memiliki peran strategis dalam pengendalian perkara pidana umum serta perumusan kebijakan penegakan hukum di tingkat nasional.
Zullikar juga memiliki rekam jejak yang kuat di wilayah Sulteng. Pada awal 2025, ia pernah menjabat sebagai Wakil Kepala Kajati Sulteng, serta sempat mengemban amanah sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Kajati, pengalaman tersebut memberikan pemahaman komprehensif terhadap karakteristik wilayah dan dinamika penegakan hukum di daerah.
Dalam kapasitasnya di bidang tindak pidana umum, Zullikar Tanjung turut aktif mendorong berbagai program sinergi penegakan hukum.
Di antaranya melalui pelaksanaan pelatihan pidana kerja sosial bagi narapidana melibatkan kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak swasta, sebagai bagian dari pendekatan penegakan hukum lebih humanis dan berorientasi pada pemulihan.
Dengan latar belakang pengalaman tersebut, Zullikar Tanjung diharapkan mampu memperkuat kinerja kejati Sulteng, meningkatkan kualitas pelayanan hukum kepada masyarakat, serta memperkokoh kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan.
Jaksa Agung menekankan rotasi, mutasi, dan promosi jabatan merupakan momen sakral yang mengandung makna pengikatan janji kepada Tuhan, Masyarakat, serta Negara untuk mengabdikan kemampuan secara optimal.
Ia menegaskan bahwa jabatan tersebut bukan sekadar hak atau wewenang, melainkan alat strategis untuk menjawab tantangan zaman dan memimpin perubahan ke arah lebih baik.
Baca Juga: China Mulai Jatuh Hati pada Durian Sulawesi, Borong Ratusan Ton
“Penguasaan ruang digital juga menjadi keharusan agar institusi mampu mengendalikan narasi publik melalui fakta dan data guna mencegah berkembangnya disinformasi di media sosial,”katanya.
Kepada para Kajati yang dilantik, Jaksa Agung mengingatkan bahwa para pemangku jabatan tersebut adalah etalase Kejaksaan di daerah yang harus memiliki kemampuan manajerial andal serta mampu merespon persoalan di lapangan secara cepat dan terukur.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Pemprov Papua Salurkan Bantuan Darurat untuk Warga Korban Bom Perang Dunia II
-
Kronologi Pasien Tikam Pasien di RSUP Wahidin: Pelaku Mondar-mandir Sebelum Beraksi
-
Perusahaan Jamin Keamanan PLTSa Makassar, Ajak Warga Tamalanrea Studi Banding ke China
-
Angka Kematian Jemaah Haji Sulsel Tinggi, Gus Irfan: Ada yang Harus Dibenahi!
-
Dugaan Korupsi Proyek Perpustakaan Rp13 Miliar, Kejati Sulsel Periksa Mantan Kadisdik dan Kasek