- PSM Makassar kalah 2-4 dari Persita Tangerang di pekan ke-24 Liga 1, Senin, 3 Maret 2026, di kandang.
- Pelatih kepala Tomas Trucha absen pasca-laga, digantikan asisten saat konferensi pers karena empat kekalahan beruntun.
- Kekalahan ini menempatkan PSM di peringkat ke-13, hanya lima poin di atas zona degradasi, memunculkan spekulasi Tony Ho.
Di tengah situasi itu, nama pelatih senior Tony Ho kembali mencuat sebagai kandidat yang disebut-sebut berpotensi mengisi kursi pelatih PSM.
Spekulasi tersebut menguat setelah absennya Trucha dalam konferensi pers pascalaga melawan Persita.
Tony Ho disebut akan memimpin PSM Makassar pada Mei 2026 hingga akhir musim.
Hingga kini, manajemen PSM memang belum mengumumkan keputusan resmi terkait posisi pelatih kepala.
Tony Ho sendiri bukan sosok baru bagi PSM Makassar. Pelatih kelahiran Makassar, 8 April 1957, itu pernah menukangi Pasukan Ramang pada periode 2002 hingga 2005.
Ia dikenal sebagai salah satu pelatih lokal berpengalaman dengan lisensi UEFA Pro.
Sepanjang kariernya di dunia sepak bola Indonesia, Tony Ho pernah terlibat bersama sejumlah klub besar, di antaranya Arema Malang, Persela Lamongan, hingga Persebaya Surabaya.
Pengalaman panjang tersebut membuat namanya kembali diperbincangkan di tengah situasi sulit yang sedang dialami PSM.
Di sisi lain, asisten pelatih Ahmad Amiruddin tak mampu menutupi kekecewaannya atas hasil pertandingan Yuran Fernandes dan kawan-kawan.
Baca Juga: Drama 6 Gol! Persita Bungkam PSM Makassar, Skor 4-2 Penuh Kejutan
Ia bahkan secara terbuka menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen dan para suporter.
Menurut Amiruddin, tim sebenarnya menunjukkan perkembangan positif selama sesi latihan. Intensitas permainan, organisasi tim, hingga penyelesaian akhir dinilai berjalan cukup baik saat latihan.
Namun, kondisi tersebut tidak sepenuhnya tercermin ketika pertandingan resmi berlangsung.
"Apa yang kami lihat di latihan sebenarnya cukup menjanjikan. Permainan tim terlihat rapi, intensitasnya juga bagus. Tapi ketika masuk pertandingan, performa itu seperti tidak muncul," ujar Amiruddin.
Ia mengakui situasi tersebut menjadi pekerjaan rumah besar bagi tim pelatih. Apalagi tekanan dari suporter dan publik Makassar terus meningkat seiring rentetan hasil buruk yang dialami PSM.
Dengan kompetisi yang masih menyisakan sejumlah pertandingan, Pasukan Ramang kini dituntut segera bangkit agar tidak semakin terjerumus ke papan bawah klasemen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- PP THR dan Gaji 13 Tahun 2026 Diumumkan, Ini Jadwal Cair dan Rincian Lengkapnya
- Selat Hormuz Milik Siapa? Jalur Sempit Banyak Negara Tapi Iran Bisa Buka Tutup Aksesnya
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Oknum Dosen di Parepare Ditangkap Usai Lecehkan Perempuan di Alfamart
-
Oknum Dosen Lecehkan Wanita di Minimarket Parepare, Nyaris Diamuk Massa
-
Warga Sinjai Stop Beli Gas, Pakai Biogas Kotoran Sapi
-
Suporter PSM Makassar Dilarang Keras Datang ke Ternate
-
Polri Evaluasi Total Penggunaan Senjata Api Pasca Insiden Maut di Makassar