- Remaja Makassar bernama Bertrand meninggal dunia di Makassar setelah terkena tembakan Iptu N saat bermain senjata mainan.
- Polisi menyatakan insiden tersebut merupakan *accidental discharge* saat mengamankan korban yang diduga agresif.
- Iptu N telah ditetapkan sebagai tersangka dalam proses penyidikan tindak pidana umum oleh Polrestabes Makassar.
Petugas kemudian turun dari kendaraan dan berupaya melakukan pengamanan.
"Begitu turun, Iptu N langsung meringkus yang bersangkutan sambil melepaskan tembakan peringatan ke udara. Rekan-rekan korban melarikan diri, sementara Bertrand berhasil diamankan," jelas Arya.
Namun situasi berubah ketika korban diduga meronta saat proses pengamanan berlangsung.
Dalam kondisi tangan petugas masih memegang senjata api yang sebelumnya digunakan untuk tembakan peringatan, terjadi letusan yang mengenai korban.
Bertrand sempat dilarikan ke RS Grestelina sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar untuk penanganan lebih lanjut.
Namun, nyawanya tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia setibanya di rumah sakit tersebut.
Ditetapkan tersangka
Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Arya Perdana memastikan Iptu N yang menjabat sebagai Kanit di Polsek Panakkukang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam proses penyidikan tindak pidana umum.
"Dalam tahap penyidikan, perkara sudah kami naikkan dan yang bersangkutan telah ditetapkan sebagai tersangka," ujar Arya.
Baca Juga: Jangan Sampai Mudik Berantakan! Ini 5 Ceklis Wajib dari Polisi Sebelum Anda Tarik Gas
Selain proses pidana, pemeriksaan internal juga dilakukan oleh Propam Polrestabes Makassar dan Propam Polda Sulawesi Selatan guna mendalami detail kejadian serta memastikan prosedur telah dijalankan sesuai aturan.
"Kami sudah melakukan tindakan terhadap anggota yang bersangkutan dan pemeriksaan dilakukan secara intensif," tambahnya.
Keluarga Masih Trauma
Di tengah proses hukum yang berjalan, keluarga korban masih diselimuti duka mendalam.
Ibu kandung Bertrand mempertanyakan bagaimana tembakan peringatan bisa berujung fatal.
"Saya tanya, kok bisa anak saya tertembak? Bukankah seharusnya tembakan peringatan ke atas? Bagi saya ini sangat fatal," ujarnya dengan suara bergetar.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Inovasi Baru di Embarkasi Makassar, Ibadah 16.750 Jemaah Haji Lebih Aman
-
PSM Makassar Gagal Bayar Utang Rp3,7 Miliar, Hadapi Sidang Pailit 23 April
-
Pembangunan Stadion Untia Masuk Fase Fisik, Pemkot Makassar Kucurkan Rp124 Miliar
-
Guru Besar UMI Ungkap Cara Mengatasi Serbuan Ikan Sapu-Sapu
-
Siapa HR dan FU? Dua Pelaku Penikaman Nus Kei, Dendam Lama 2020 Diduga Jadi Pemicu