- Gunakan mode Pro untuk mengatur ISO rendah, kecepatan rana 1/20–1/50 detik, serta fokus ke Infinity.
- Apabila tanpa mode Pro, kunci fokus dan turunkan exposure layar hingga detail permukaan Bulan tampak jelas.
- Wajib menstabilkan ponsel menggunakan tripod atau sandaran, serta memanfaatkan timer untuk menghindari getaran saat memotret.
SuaraSulsel.id - Memotret Blood Moon atau gerhana bulan menggunakan ponsel memang menantang karena objeknya kecil dan cahayanya minim.
Agar hasilnya tidak hanya sekadar "titik putih buram", berikut adalah tips dan trik praktis untuk warga Makassar yang ingin mengabadikan fenomena malam ini:
Tips Pro Memotret Gerhana Bulan dengan HP
1. Gunakan Mode Profesional (Manual)
Jangan gunakan mode "Photo" biasa karena AI ponsel sering kali membuat Bulan terlalu terang (overexposed). Cari fitur Pro atau Manual di kamera Anda.
- ISO: Atur di angka rendah (100 - 400) agar foto tidak berbintik (noise).
- Shutter Speed: Karena Bulan bergerak (dan tangan kita bergetar), gunakan kecepatan antara 1/20 hingga 1/50 detik.
- Focus: Atur fokus ke Infinity (simbol gunung/bunga) agar Bulan terlihat tajam.
2. Kunci Fokus dan Turunkan Exposure
Baca Juga: Blood Moon Malam Ini! Panduan Lengkap Tata Cara Salat Gerhana Bulan
Jika ponsel Anda tidak punya mode Pro:
- Arahkan kamera ke Bulan, lalu ketuk layar tepat di posisi Bulan.
- Setelah muncul ikon kotak/lingkaran, tahan (long press) sampai muncul tulisan "AE/AF Lock".
- Geser ikon matahari ke bawah sampai detail permukaan Bulan terlihat jelas dan tidak silau.
3. Stabilkan Ponsel (Wajib!)
Memotret di malam hari butuh kestabilan tinggi. Sedikit goyangan akan membuat foto kabur.
- Gunakan Tripod jika ada.
- Jika tidak ada tripod, sandarkan ponsel di pagar, tembok, atau tumpukan buku.
- Gunakan Timer (3 atau 10 detik) saat menekan tombol rana agar getaran tangan saat menyentuh layar tidak merusak hasil foto.
4. Jangan Gunakan Digital Zoom Maksimal
Memperbesar gambar (pinch to zoom) secara berlebihan akan merusak kualitas foto (pecah).
- Cukup zoom secukupnya saja (misal 2x atau 3x).
- Lebih baik foto terlihat agak jauh tapi tajam, lalu Anda crop (potong) nanti saat proses editing.
5. Manfaatkan Lensa Tambahan atau Binokular
Jika Anda punya teropong atau binokular:
- Tempelkan lensa kamera ponsel tepat di lubang intip binokular. Teknik ini disebut afocal photography dan bisa menghasilkan foto close-up yang luar biasa.
6. Edit dengan Aplikasi (Lightroom/Snapseed)
Foto mentah biasanya terlihat agak pucat. Gunakan aplikasi edit foto:
- Tingkatkan Contrast agar langit lebih hitam.
- Tingkatkan Saturation agar warna merah "Blood Moon" lebih menyala.
- Gunakan fitur Sharpening untuk mempertegas kawah Bulan.
Rekomendasi Spot :
Cari lokasi yang minim lampu jalan agar kontras langit lebih maksimal, seperti area pantai dan lantai atas (rooftop) gedung atau rumah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Banyak UMKM Mundur dari Rans Carnival Jogja, Warganet Pasang Badan Bantu Larisin
- Tak Ingin Sakiti Hati Warga Jogja, OM Wawes Pilih Batal Manggung di RANS Carnival
- Tolak Andrea Bocelli, GPCI Bakal Gelar Konser Besar Galang Dana Palestina
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- 7 Sneakers Lokal dengan Rating Bintang 5 di Shopee yang Nyaman dan Modis
Pilihan
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
Terkini
-
Wapres Gibran Hadiri Peringatan 100 Tahun Injil Masuk Kalumpang
-
Proyek Stadion Sudiang Masuk Tahap Paling Krusial, Pembangunan Sudah 25 Persen
-
Unhas Latih Dosen dan Mahasiswa Gunakan AI
-
De Red Bertekad Kalahkan PSM dalam League Cup
-
Pemprov Sulsel Dukung Penguatan Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah