- Sela, pedagang songkok musiman di depan Masjid Al Markaz Al Islami Makassar, merasakan penurunan omzet signifikan dua tahun terakhir.
- Penjualan songkok yang biasanya ramai sebelum puasa kini sepi, mencerminkan perlambatan daya beli masyarakat di wilayah tersebut.
- Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Sulsel stabil, namun menghadapi tantangan pada investasi asing (FDI) dan tingginya ICOR.
"Biasanya baru ramai H-3 Lebaran."
Ia tak bisa memastikan penyebabnya.
Namun Sela merasakan sendiri perubahan itu. Orang datang, melihat-lihat, bertanya harga, lalu pergi tanpa membeli.
"Ndak tahu, orang memang tidak mau belanja, atau memang tidak ada uang," ucapnya.
Keluhan serupa, katanya, juga datang dari pedagang di Terong,-- Pasar terbesar di Makassar, yang ada di seberang tempatnya menjual.
Pedagang campuran ikut merasakan Ramadan yang lebih sepi dari biasanya.
"Pedagang di dalam (pasar) juga mengeluh ndak banyak pembeli," ucapnya.
Meski begitu, Sela tetap bertahan. Setiap pagi ia datang, meski hujan turun atau panas menyengat.
Baginya, Ramadan tetap jadi peluang meraup rupiah di tengah kondisi perekonomian saat ini.
Baca Juga: Daftar Lengkap Promo Buka Puasa 45 Hotel dan Restoran di Makassar, All You Can Eat Mulai 49K
"Namanya usaha. Rezeki tidak tahu datang dari mana," katanya.
Di sela menunggu pembeli, Sela merapikan kembali dagangannya. Ia memastikan setiap songkok berdiri tegak.
Sela tahu mungkin tak sebanyak dulu yang terjual. Tapi, selama masih ada satu dua yang mampir dan membeli, ia akan tetap membuka lapak.
Sepinya lapak songkok di pelataran Masjid Al Markaz Al Islami bukan sekadar cerita pedagang musiman.
Di balik keluhan Sela dan pedagang kecil lainnya tentang Ramadan yang tak seramai dulu, ada gambaran lebih luas tentang daya beli masyarakat yang melambat.
Secara angka ekonomi, Sulawesi Selatan disebut masih tumbuh stabil. Tantangan di sektor investasi dan penguatan permintaan domestik yang masih jadi pekerjaan rumah pemerintah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- 6 HP Snapdragon Paling Murah RAM 8 GB untuk Investasi Gadget Jangka Panjang
- HP Xiaomi yang Bagus Tipe Apa? Ini 7 Rekomendasinya di 2026
- Sabun Cuci Muka Apa yang Bagus untuk Atasi Kulit Kusam? Ini 5 Pilihan agar Wajah Cerah
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Cek Fakta: Benarkah Ceramah Jusuf Kalla Menistakan Ajaran Kristen?
-
BRI Tetapkan Dividen Rp52,1 Triliun, Cerminkan Kinerja dan Fundamental Kuat
-
BRI Ekspansi ke Timor Leste, Pegadaian Siap Layani UMKM
-
Kabid Propam Polda Sulsel Dilaporkan ke Mabes Polri, Diduga 'Bekingi' Sengketa Lahan
-
Kisah Nurdin dan Irwan: Tiga Dekade Menyelamatkan Sejarah dari Ancaman Lupa