Eko Faizin
Minggu, 22 Februari 2026 | 13:30 WIB
Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan. [Suara.com/Bagaskara]
Baca 10 detik
  • Indonesia membuka kemungkinan untuk keluar dari anggota Board of Peace (BoP).
  • Bergabungnya Indonesia dengan BoP merupakan langkah yang dinilai paling realistis.
  • Indonesia mengklaim berpegang pada komitmen kemanusiaan lewat jalur diplomasi.

SuaraSulsel.id - Pemerintah Indonesia membuka kemungkinan untuk keluar dari Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian yang dipimpin Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Opsi tersebut akan ditempuh apabila keanggotaan Indonesia dinilai tidak lagi sejalan dengan kepentingan nasional maupun prinsip politik luar negeri RI.

"Tetap ada opsi untuk keluar dari BoP," kata Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan saat kunjungan kerja di Makassar, Minggu (22/2/2026).

Ia menegaskan, keputusan Indonesia bergabung dengan Dewan Perdamaian bukanlah sesuatu yang bersifat mutlak tanpa evaluasi.

Pemerintah akan terus mencermati perkembangan dinamika organisasi tersebut.

"Ya nanti kita lihat. Kalau memang tidak sejalan dengan kepentingan pemerintahan Indonesia, opsi untuk keluar dari BoP tetap ada," ujarnya.

Meski demikian, Donny menyebut bahwa untuk saat ini, bergabung dengan Board of Peace merupakan langkah yang dinilai paling realistis sebagai bentuk kontribusi nyata Indonesia dalam mendorong perdamaian, khususnya di Palestina.

"Dan inilah opsi yang paling terbaik, aksi nyata untuk bisa berkontribusi untuk perdamaian di Palestina," ucapnya.

Menurut Donny, Indonesia tetap berpegang pada komitmen kemanusiaan dan upaya penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi.

Ia bahkan mengaku sempat berbincang langsung dengan Duta Besar Palestina untuk Indonesia, H.E. Abdulfattah Satary dalam sebuah acara yang digelar Kedutaan Besar Rusia.

Dalam pertemuan tersebut, Donny menanyakan secara langsung pandangan Palestina terkait keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace.

"Beliau jawab bagus, dia apresiasi. Intinya mereka hanya ingin negara Palestina ini aman," tutur Donny.

Ia menjelaskan, konflik yang terjadi saat ini berawal dari serangan Hamas ke Israel yang kemudian dibalas dengan serangan besar-besaran ke Gaza. Situasi kemanusiaan di wilayah tersebut kini sangat memprihatinkan.

"Kalau kita lihat kondisi terakhir Palestina saat ini kan sangat kasihan sekali. Mereka tidur di tenda-tenda. Semua hancur. Kita berupaya bagaimana supaya mendamaikan situasi di sana," katanya.

Donny juga menilai langkah Presiden Prabowo dalam isu kemanusiaan Palestina sangat serius dan konsisten.

Load More