- Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan PT Timah berpotensi rugi Rp 25 triliun namun hanya merealisasikan Rp 1,3 triliun.
- Ia menyoroti kebocoran besar hasil timah Indonesia yang dinikmati negara lain sejak 1998 hingga 2025.
- Kasus korupsi PT Timah menyebabkan kerugian lingkungan Rp 271 triliun, di samping kerugian keuangan negara.
SuaraSulsel.id - Menteri Pertahanan Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin melontarkan kritik pedas terhadap lemahnya pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Indonesia. Hal itu diungkapkan Sjafrie dalam kuliah umum di Universitas Hasanuddin Makassar, Selasa, 9 Desember 2025.
Sjafrie mengatakan Indonesia telah kecolongan timah selama 28 tahun. Sebagian besar kekayaan itu justru dinikmati negara lain. Ia memulai penjelasannya mengenai praktik pencurian timah yang menurutnya telah berlangsung dalam skala besar.
"Negara ini mau dicolong, mau dicuri oleh negara lain yang tidak punya sumber daya alam," katanya.
Menurut Sjafrie, Indonesia, khususnya Provinsi Bangka Belitung memiliki cadangan timah terbesar di dunia. Ironisnya, ada negara yang tidak memiliki tambang timah sama sekali tetapi mampu menjadi salah satu dari 10 eksportir terbesar di dunia.
"Saya kasih contoh bahwa di Bangka Belitung kita mempunyai hasil timah yang sangat besar di dunia. (Tapi) ada negara, saya ngga sebut, dia bisa jadi negara pengekspor timah di bawah 10 besar (di dunia), tapi dia ga punya penghasilan timah," ujarnya.
Sjafrie mengingatkan bahwa Indonesia sebenarnya pernah mampu menghentikan penyelundupan timah. Pada 1977, pemerintah berhasil menertibkan praktik itu hingga membuat ekspor ilegal timah merosot drastis. Namun, keberhasilan tersebut hanya bertahan selama 21 tahun.
"Di tahun 1998 sampai September 2025, penghasilan timah kita tinggal 20 persen yang masuk ke republik dan dikelola BUMN PT Timah," ujarnya.
"Sebanyak 80 persen justru keluar tanpa membayar pajak dan kewajiban lainnya," kata mantan Pangdam Jaya itu.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai ironi bangsa. Negara dengan 286 juta penduduk dan kekayaan alam yang melimpah justru tidak mampu menjaga harta karunnya sendiri.
"Apakah kita mau membiarkan kalian, adik-adik mahasiswa, menjadi miskin karena kekayaan negara disedot ke luar negeri?," katanya.
Sjafrie menambahkan, seandainya tidak ada kebocoran besar-besaran, PT Timah seharusnya memiliki pendapatan Rp 20-25 triliun hingga akhir Desember tahun ini. Nyatanya, perusahaan itu hanya mencatatkan revenue sekitar Rp 1,3 triliun per tahun.
"Bayangkan bedanya. Ini menunjukkan betapa besar kerugian negara selama puluhan tahun," ucapnya.
Tidak hanya timah, Sjafrie menyinggung persoalan tambang ilegal lainnya yang disebut terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia. Praktik serupa juga menyasar komoditas lain seperti batu bara, nikel, hingga perkebunan kelapa sawit.
"Ini baru di barat. Belum yang di timur. Sekian banyak tambang kita, sawit kita, itu dikelola secara ilegal," jelasnya.
Ia menegaskan perlunya sistem pertahanan yang kuat untuk menjaga kekayaan alam Indonesia. Menurut Sjafrie, negara kaya tanpa tentara yang kuat ibarat rumah tanpa penjaga.
Berita Terkait
-
Tekan Angka Kemiskinan! Gubernur Sulsel akan Bangun 6 Sekolah Rakyat Baru
-
Viral Bu Riska, Guru di Sulawesi Selatan Inisiatif Masak Sendiri 'MBG' untuk Muridnya
-
PT Timah Pertimbangkan Opsi Buyback Saham TINS dengan Prinsip Hati Hati
-
Air Makin Keruh, Ledakan Alga Ganggu Ekosistem Danau Mawang
-
Dari Wisata Alam ke Beasiswa, Ini Cara Desa di Maros Membantu 300 Anak Bersekolah
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
Usai Dilantik Jadi Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin Langsung Dihadapkan PR Besar
-
Ikan Endemik Terancam Punah, Aturan Pelepasliaran Ikan Asing Diperketat
-
850 Alat Perekam Pajak Disebar di Palu, Sasar Restoran hingga Tempat Hiburan
-
Nyaris Putus Sekolah Karena Ayah Sopir dan Ibu di Malaysia, Senyum Hudiana Merekah di Sekolah Rakyat
-
Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini