- Pemprov Sulsel meminta Pertamina Patra Niaga mengantisipasi kelangkaan BBM dan LPG di Luwu Raya akibat pemblokiran jalan terkait DOB.
- Dinas ESDM Sulsel melakukan koordinasi dan peninjauan langsung untuk memastikan stok, kualitas BBM, serta distribusi LPG berjalan stabil.
- Pertamina telah memperkuat suplai gasoline dan menambah kuota LPG 3 kilogram untuk mengantisipasi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
SuaraSulsel.id - Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan meminta PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi mengantisipasi potensi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan LPG 3 kilogram di wilayah Luwu Raya menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Ketersediaan energi selama bulan suci dinilai sangat krusial. Mobilitas masyarakat cenderung meningkat, baik di awal Ramadan maupun menjelang Idulfitri, seiring tradisi mudik yang sudah menjadi kebiasaan tahunan.
Kondisi ini membuat pasokan BBM dan LPG harus benar-benar terjaga.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Andi Eka Prasetia mengakui wilayah Luwu Raya memiliki kerentanan tersendiri.
Dalam sebulan terakhir, aksi unjuk rasa terkait perjuangan Daerah Otonomi Baru (DOB) beberapa kali berujung pada pemblokiran jalan.
Dampaknya, distribusi BBM sempat tersendat dan terjadi kelangkaan di sejumlah SPBU di Kabupaten Luwu, Kota Palopo, Kabupaten Luwu Utara, dan Kabupaten Luwu Timur.
"Dengan adanya penutupan akses di Luwu Raya, kami sudah berkoordinasi untuk mengantisipasi kelangkaan BBM. Kami komunikasikan ke pemerintah daerah agar membantu stabilisasi penyaluran dan memastikan akses distribusi bisa tetap berjalan," ujar Andi Eka, Rabu (18/2).
Ia menegaskan, sesuai arahan Gubernur Sulsel, pemerintah daerah diminta turut mengawal distribusi agar kendaraan pengangkut BBM dan LPG tetap dapat melintas, meskipun terjadi aksi massa.
Pada kasus pemblokiran total sebelumnya, Pertamina bahkan harus mengalihkan distribusi melalui jalur Poso sebagai langkah darurat.
Baca Juga: Gubernur Sulsel Serahkan Bantuan Rp15 Miliar di Peringatan 682 Tahun Sidrap
"Memang tidak bisa dipungkiri kondisi seperti ini mengganggu distribusi. Karena itu kami minta Pertamina fokus melakukan mitigasi, termasuk jika ada faktor lain seperti cuaca buruk. Jangan sampai terjadi kelangkaan berkepanjangan," tegasnya.
Secara kuota, Andi Eka memastikan stok BBM di Sulawesi Selatan dalam kondisi mencukupi.
Dinas ESDM menunjukkan kuota Biosolar mencapai 741.391 kiloliter dan Pertalite sebesar 1.136.082 kiloliter.
Untuk memastikan kesiapan di lapangan, Andi Eka melakukan peninjauan langsung ke SPBU Pertamina 74.902.32 Racing di Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, serta pangkalan LPG 3 kilogram di kawasan yang sama, Selasa (17/2).
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan konsumsi selama Ramadan.
Di SPBU, tim melakukan uji tera dispenser guna memastikan akurasi takaran BBM, serta pengujian kualitas produk meliputi parameter density dan temperatur. Selain itu, dicek pula kesiapan fasilitas pelayanan dan kecukupan stok.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Bedak Tabur Waterproof yang Tidak Mudah Luntur Saat Hujan
- Link Download Tema dan Logo HUT TNI 2026 Resmi dari Mabes TNI
- 3 Rekomendasi Sepatu Lokal Sol Empuk Aman untuk Hujan-hujanan, Anti Licin
- 3 Cara Cek BPJS Ketenagakerjaan Aktif atau Tidak Lewat HP, Tak Perlu ke Kantor
- Bagaimana Cara Mengetahui Feng Shui Kita? Kenali Kua Number dan Cara Menghitungnya
Pilihan
-
Satgas PKH Pamer Tumpukan Duit Rp13 Triliun Hasil Penyelamataan Keuangan Negara di Hadapan Prabowo
-
Nama Puan Disebut Jadi Pengganti Gibran, Begini Respons Ketua DPR
-
Disaksikan Andi Gani dan Perwakilan Buruh, DPR Resmi Sahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Jadi UU
-
Kalapas Cibinong Dipecat dari ASN, Buntut Klaster Mewah dalam Penjara
-
Resmi, Syahganda Nainggolan Jadi Kepala Bakom RI Gantikan Muhammad Qodari
Terkini
-
Bupati Gowa Husniah Talenrang Lakukan Perlawanan Hukum
-
Sulbar Dikepung Asap, Kenali 5 Tanda Bahaya Ini Sebelum Terlambat ke Rumah Sakit
-
Surat Perpisahan Emosional Appi ke Golkar: 'Saya Pamit Sebagai Kader, Tapi Tidak Sebagai Kawan'
-
Udara Kota Palu Masuk Kategori Tidak Sehat, BMKG Ungkap Penyebab Utamanya
-
Kapten Asal Gowa Lepas dari Cengkeraman Perompak Somalia: Pura-pura Mati, Ditendang di Anjungan