- Video diduga melibatkan selebgram NP bersama kekasihnya beredar cepat di Makassar, memicu penyelidikan polisi sejak Jumat, 13 Februari 2026.
- Polisi fokus menyelidiki penyebar konten asusila tersebut berdasarkan UU ITE, meskipun belum ada laporan resmi diterima.
- Selain video asusila, polisi juga menyelidiki video NP diduga menghirup zat "Whip Pink" dan mengimbau penggunaannya yang tepat.
Polisi belum memberikan keterangan lebih jauh terkait dugaan keterlibatan pihak tertentu dalam penyebaran video tersebut. Penyelidikan masih difokuskan pada pelacakan sumber awal penyebaran serta pola distribusi konten.
Dalam sejumlah kasus serupa sebelumnya, penyebaran konten bermuatan asusila tanpa izin dapat dijerat dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) maupun ketentuan pidana lainnya.
Meski konten dibuat secara sukarela oleh pihak-pihak yang terlibat, penyebaran tanpa persetujuan tetap dapat dikategorikan sebagai tindak pidana. Apalagi jika dilakukan dengan motif merugikan atau mempermalukan pihak tertentu.
Fenomena ini juga memunculkan kekhawatiran terkait keamanan data pribadi dan kerentanan perempuan di ruang digital. Tidak sedikit korban penyebaran konten intim yang justru mengalami tekanan psikologis, perundungan, hingga kerugian reputasi.
Selain kasus dugaan video asusila, polisi juga menyelidiki video lain yang sempat viral dan memperlihatkan NP diduga menghirup "Whip Pink".
Konten tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan karena diduga berkaitan dengan penyalahgunaan zat tertentu.
Arya menjelaskan, hingga saat ini kepolisian masih berada pada posisi memberikan imbauan kepada masyarakat agar produk tersebut digunakan sesuai peruntukannya dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan negatif.
Menurutnya, Whip Pink bukanlah barang ilegal, namun penyalahgunaannya dapat menimbulkan risiko serius.
"Yang bisa kami lakukan saat ini adalah mengimbau agar penggunaannya tepat sasaran. Jangan sampai digunakan untuk hal-hal yang negatif," katanya.
Baca Juga: Kondisi Terkini Toko Emas Logam Mulia Makassar Pasca Aksi Pembakaran oleh Pengunjung
Meski demikian, Arya menegaskan bahwa kepolisian tidak akan ragu mengambil tindakan apabila dari penggunaan tersebut timbul perbuatan pidana.
Jika seseorang melakukan tindakan melawan hukum akibat pengaruh zat tersebut, maka proses hukum akan tetap berjalan.
"Apabila dari penggunaannya kemudian memengaruhi otak dan berujung pada tindakan pidana, maka kepolisian pasti akan melakukan tindakan terhadap pelakunya," tegasnya.
Kontributor : Lorensia Clara Tambing
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Pasang AC? Ini 4 Rekomendasi Air Cooler yang Murah, Hemat Listrik, dan Cepat Dingin
- 5 Sepatu Running Lokal yang Anti Licin dan Senyaman Skechers, Harga Cuma Rp200 Ribuan
- 8 Sunscreen di Indomaret untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 7 Pilihan HP Murah Terbaik Harga 1 Jutaan Juli 2026: NFC hingga Baterai 7000 mAh
- 4 Moisturizer di Alfamart untuk Hempas Flek Hitam Berdasarkan Review Pengguna
Pilihan
-
Tangis Bayi Pecah Pagi Hari, Warga Temukan Bayi Perempuan Baru Lahir di Teras Rumah
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
Terkini
-
Ngeri! Layangan Tersangkut di Pesawat Saat Mendarat di Bandara Hasanuddin
-
Masih Bayar Lebih Saat Pakai QRIS? BI Sulsel Tegaskan Pedagang Tak Boleh Lakukan Ini
-
Ini Wajah Baru Ruas Jalan Pangkajene-Rappang yang Ramah Pejalan Kaki
-
Desain Ulang Jembatan Barombong, Konsep Kembar Berubah?
-
KKB Bakar Pesawat di Kabupaten Yahukimo, Pilot Dikabarkan Tewas