Muhammad Yunus
Kamis, 12 Februari 2026 | 10:39 WIB
Seorang kakek di Kecamatan Tikke Raya, Kabupaten Mamuju Utara, Sulawesi Barat nekat membakar motornya karena kesal sering rusak [SuaraSulsel.id/Istimewa]
Baca 10 detik
  • Seorang kakek bernama Munsri di Mamuju Utara, Sulbar, membakar motor Yamaha Mio miliknya pada Minggu, 8 Februari 2026.
  • Aksi ini dipicu rasa kesal Munsri karena kendaraan tersebut terlalu sering rusak dan butuh perbaikan rutin.
  • Setelah membakar motor, Munsri mengaku merasa lega, namun ia sempat menyelamatkan pipa dan karet ban motor.

"Dia capek dorong dari bengkel jalan kaki. Jaraknya sekitar empat kilometer. Belum sempat diperbaiki, dia pergi ambil," ujar Riance.

Keputusan membakar motor itu disebut sebagai luapan emosi spontan. Namun yang mengejutkan, setelah api mulai membesar dan motor tak lagi bisa diselamatkan, Munsri justru terlihat tenang.

Riance menyebut, usai membakar motornya, Munsri mengaku merasa lega.

"Dia bilang sudah lega, senang sekali. Seperti beban hilang,c tuturnya.

Di balik aksi nekat tersebut, ada pula momen yang memancing reaksi haru sekaligus tawa warga. Sebelum api membesar, Munsri sempat melepas beberapa bagian motor yang dinilainya masih bisa digunakan.

Ada sepotong pipa dan karet ban motor. Kedua benda itu ia simpan terlebih dahulu agar tidak ikut terbakar.

"Itu dia buka dan dia simpan. Katanya mau diselamatkan dulu, sayang kalau dimakan api," kata Riance.

Sikap Munsri pun memunculkan komentar beragam dari warga yang menyaksikan langsung maupun dari warganet.

Di satu sisi, ia rela membakar kendaraan yang masih memiliki nilai ekonomi. Di sisi lain, ia tetap menyelamatkan bagian kecil yang dianggap masih bermanfaat.

Baca Juga: Awas! Ini 4 Langkah Lindungi Diri dari Penipuan Mengatasnamakan Wagub Sulbar

Video aksi pembakaran motor itu pun dengan cepat menyebar di media sosial, terutama Facebook dan Tik Tok.

Hingga kini, rekaman tersebut telah dibagikan puluhan ribu kali dan menuai ribuan komentar.

Sebagian warganet menyayangkan tindakan Munsri yang dinilai merugikan diri sendiri.

Namun tak sedikit pula yang mengaku memahami luapan emosinya, terutama bagi warga dengan kondisi ekonomi terbatas yang harus terus mengeluarkan biaya perbaikan.

"Kakeknya lagi jengkel bercampur emosi. Makanya dia bakar dan mendapat sensasi tersendiri setelah dia bakar," tulis warganet.

"Tidak butuh kata-kata, tapi bukti nyata. Menyala Om," timpal warganet lain.

Load More