- Bahan masakan Imlek melambangkan keselamatan, kekayaan, dan kebahagiaan, tradisi ini telah dibudayakan warga Tionghoa ratusan tahun.
- Hidangan Yu Sheng simbol peningkatan rezeki, sementara ikan utuh melambangkan keutuhan dan kelancaran hidup.
- Mie panjang umur disajikan utuh dua meter melambangkan umur panjang dan kemakmuran, tidak boleh dipotong saat disantap.
Terakhir, taburan biji wijen menjadi simbol harapan agar usaha dan bisnis terus berkembang.
“Spesial di Tahun Kuda Api, kami hadirkan menu Peranakan Jawa Pesisir, sebagai akulturasi budaya Jawa dengan China agar semakin lebih meriah,” kata Putri, event manager.
2. Garoupa kukus Kapitan Cirebon – fillet kerapu putih
Kerapu putih yang disajikan utuh, dikukus dengan jahe dan daun bawang, lalu disiram saus kecap berpadu minyak wijen panas.
Itulah hidangan khas pesisir Cirebon yang menonjolkan cita rasa alami dan manis lembut daging ikan.
Dalam kepercayaan Tionghoa, ikan tidak boleh disajikan dalam keadaan terpotong-potong karena melambangkan keutuhan, keberlanjutan rezeki, dan kelancaran hidup.
Ikan biasanya diletakkan di tengah meja untuk dibagi bersama, bukan disajikan per porsi.
Menyajikan ikan yang sudah dipotong-potong dipercaya dapat memutus simbol keberuntungan dan rezeki.
“Hal wajib yang perlu ada dalam perayaan makan bersama saat Imlek yang pasti ikan nggak boleh dipotong-potong, karena berkaitan dengan rezeki yang terputus-putus,” kata William Wongso, ahli kuliner yang menguasai seni masakan Eropa dan Asia itu.
Baca Juga: Sop Duren Samata Viral di MTF Market! Rahasia Rasa Bikin Nagih Terungkap
Laut dipandang sebagai sumber rezeki yang luas dan tak terbatas, sehingga hidangan laut dalam tradisi Imlek bukan sekadar lambang rezeki.
Ikan dikenal sebagai makhluk yang mampu menerabas arus sungai, terus bergerak maju meski menghadapi tekanan dari depan.
Filosofi ini dimaknai sebagai ketangguhan, keberanian menghadapi tantangan, dan semangat pantang mundur dalam menjalani kehidupan.
3. Mie Panjang Umur Keluarga Bhe
Mi panjang umur (siu mie) yang ditumis dengan sayuran segar, udang, daging kepiting manis, dan aneka boga bahari lainnya menghasilkan cita rasa yang gurih dan sedap.
Hidangan ini disajikan utuh dengan panjang mencapai dua meter tanpa terputus, melambangkan harapan akan umur panjang, kemakmuran, dan kelancaran rezeki di tahun yang akan datang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Tanggap Gempa NTT, BRI Peduli Hadirkan 3 Posko Logistik dan 1 Dapur Umum
-
Viral Keributan Guru SD dan Wali Murid di Jeneponto, Ibu: Anak Saya Dicekik dan Diseret!
-
Pemprov Sulsel Kecipratan Rp38 Miliar dari Pusat, Untuk Biaya Apa?
-
PMI Siapkan Operasi Besar Penanganan Gempa NTT
-
3 Strategi Mentan Amran Agar Kabupaten Alor Lepas dari Garis Kemiskinan