- Sop Duren Samata menjadi salah satu brand pendatang baru dalam MTF Market
- Setiap kemasan dari Sop Duren Samata juga berisikan nangka manis dan alpukat legit
- MTF Market kembali hadir dengan konsep baru yang lebih meriah: "Monster Land"
SuaraSulsel.id - MTF Market Vol. 18 memasuki hari terakhir di Mal Phinisi Point. Event yang digelar selama 19 Oktober hingga 2 November 2025 ini pun makin ramai pengunjung.
Pilihan tenant food & fashion yang dihadirkan juga beragam.
Sop Duren Samata menjadi salah satu brand pendatang baru dalam MTF Market. Tenant kuliner ini menyuguhkan sop buah yang berbahan daging durian yang dipadukan dengan buah alpukat dan nangka yang segar.
Bagi pecinta durian, sangat direkomendasikan untuk mencoba Sop Duren Samata. Kuah kental durian creamy yang berisikan potongan-potongan durian kupas menjadi ciri khas dari produk ini.
Setiap kemasan dari Sop Duren Samata juga berisikan nangka manis dan alpukat legit yang semakin menguatkan cita rasa buahnya. Selain itu, tambahan aneka jelly juga bakal menambah kenikmatan dari Sop Duren Samata.
"Jadi, buah yang kami digunakan harus betul-betul disortir dengan baik. Sebab, cita rasa produk Sop Duren Samata sangat bergantung pada kualitas semua buahnya," ungkap Siti Suhartina, Owner Sop Duren Samata.
Sop Duren Samata telah hadir sejak 23 Maret 2023. Sejauh ini lokasi usahanya berbasis di Grand Sulawesi Bontomarannu Kabupaten Gowa dan BTP Kota Makassar.
Sop Duren Samata melayani penjualan secara offline maupun online via GoFood, GrabFood, dan Shopee Food atau hotline di nomor 081340089282.
"Nah, untuk event kuliner sendiri, MTF jadi pengalaman pertama kami. Awalnya sempat ragu karena melihat harga sewa tenant di event-event lainnya itu tidak ada yang murah. Tetapi MTF memberikan kami ruang yang sangat terjangkau," kata Wiwi, sapaan karib Siti Suhartina.
Baca Juga: UMKM Kuliner Naik Kelas, Binaan BRI Sukses Ekspor Berkat Strategi Pasar Tepat
Selain harga tenant, kekhawatiran selanjutnya ialah masalah penjualan. Namun, selama di MTF, ia mengaku jumlah penjualannya di luar ekpektasi.
Omzet yang selama ini didapatkan di kisaran ratusan ribu rupiah tiap harinya, di MTF bisa tembus jutaan rupiah.
"Ya, namanya pertama ikut event. Pasti kita khawatir, jangan sampai sepi pengunjung. Ternyata di MTF dari hari pertama sudah ramai. Jadi, kami lihat MTF ini sudah memiliki pasar dan memang selalu dinanti-nantikan. Bagi kami, MTF menjadi ruang terbaik bagi UMKM pemula seperti kami," tutur Wiwi.
Ia pun mengapresiasi MTF telah menghadirkan ragam activity menarik yang berhasil menarik keramaian pengunjung, seperti poundfit, zumba, K-Pop Day, lomba mewarnai dan aneka kompetisi lainnya. Selain itu, ada banyak doorprize menarik yang bisa didapatkan setiap harinya.
Sekadar diketahui, setelah sukses dengan chapter sebelumnya, MTF Market kembali hadir dengan konsep baru yang lebih meriah: "Monster Land".
MTF Market Monster Land menghadirkan beragam kegiatan komunitas, kompetisi, dan pertunjukan sekolah yang bisa diikuti langsung oleh pengunjung.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
Terkini
-
20 Bulan Jadi Buronan, Kahar Ditangkap di Kota Parepare
-
Kisah Haru ART Asal Papua: Naik Haji dari Hasil Menabung Bertahun-tahun
-
Pemanasan Global Ancam Kesehatan Warga Pesisir Makassar
-
Ditolak BPJS, Pemkot Makassar Beri Anggaran Khusus untuk Korban Begal dan Tawuran
-
Warga Tamalanrea Melawan: Tolak PLTSa di Tengah Pemukiman