- Partai NasDem Sulsel mengerucutkan calon pengganti Rusdi Masse (RMS) untuk proses PAW anggota DPR RI setelah RMS pindah ke PSI.
- Putri Dakka dan Hayarna Basmin gugur sebagai calon PAW karena Putri Dakka melawan NasDem, Hayarna telah menjadi anggota PSI.
- DPW NasDem Sulsel kini menjagokan Judas Amir sebagai figur paling steril dan berprestasi untuk diajukan dalam waktu dekat.
SuaraSulsel.id - Proses Pergantian Antar Waktu (PAW) Rusdi Masse (RMS) sebagai anggota DPR RI terus bergulir di internal Partai NasDem Sulawesi Selatan.
Seiring kepindahan RMS ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI), partai besutan Surya Paloh itu kini mulai mengerucutkan nama calon pengganti yang akan diusulkan ke DPR RI.
Dua nama yang sebelumnya santer disebut-sebut, yakni Putri Dakka dan Hayarna Basmin dipastikan tidak akan diajukan.
Kepastian tersebut disampaikan Wakil Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPW NasDem Sulsel, Tobo Haeruddin.
Menurut Tobo, Putri Dakka sudah tidak memenuhi syarat untuk diusulkan sebagai PAW.
Pengusaha asal kota Palopo itu sebelumnya telah bertarung melawan NasDem pada Pilkada melalui kendaraan politik lain, yakni PDI Perjuangan.
"Putri Dakka sudah bertarung di Pilwali Palopo melawan NasDem lewat pintu PDIP. Artinya secara otomatis sudah tidak bersyarat untuk diusulkan," kata Tobo, Kamis, 5 Februari 2026.
Ia menegaskan keputusan tersebut bersifat otomatis dan tidak memerlukan mekanisme pemecatan khusus. Kata Tobo, kader yang maju berkompetisi melawan partainya sendiri sudah tidak layak lagi untuk dicalonkan.
"Itu sebenarnya otomatis. Kenapa? Karena sudah bertarung melawan partainya sendiri. Secara otomatis tidak layak," ujarnya.
Baca Juga: RMS Resmi Gabung PSI: Di Mana Solidaritasmu?
Kartu Tanda Anggota (KTA) Putri Dakka di PDIP juga yang beredar luas semakin menguatkan posisi NasDem untuk tidak mengusulkannya.
Tobo menyebut tidak mungkin sebuah partai seperti PDIP mengusulkan calon tanpa keanggotaan yang sah.
"Tidak mungkin PDIP mengusulkan kalau tidak punya KTA. Logikanya kan begitu. Jadi tahu diri lah. Jangan tidak ada kontribusi, tidak ada prestasi, tapi (mau diusulkan)," tegasnya.
Selain Putri Dakka, nama Hayarna Basmin juga dipastikan gugur dari bursa PAW.
Tobo menjelaskan, Hayarna dan keluarganya telah resmi menjadi bagian dari PSI, sehingga tidak lagi memenuhi syarat sebagai kader NasDem.
"Hayarna Basmin ini kan bersama keluarganya sudah menjadi anggota PSI. Arham, (sekarang ini) ketua PSI Luwu, itu keluarganya. Jadi pengurusan NasDem di Luwu sempat terbengkalai. Hayarna juga sudah darah PSI," kata Tobo.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi
-
Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang
-
BRI Peduli Perkuat Posyandu Matahari, Dukung Tumbuh Kembang Anak Sejak Dini
-
Rahasia Warga Sulsel Tetap Antusias Daftar Haji Meski Masa Tunggu Puluhan Tahun
-
Penantian 1 Tahun Berbuah Manis, Jurnal Al-Daulah UIN Alauddin Tembus Scopus