- Polisi Makassar menangkap 23 orang terkait geng motor dan balap liar pada Minggu, 24 Januari 2026.
- Salah satu anggota geng motor berpura-pura cacat untuk menghindari kejaran setelah terlibat aksi balap liar.
- Dalam operasi tersebut, petugas menyita 13 motor dan busur panah; kasus pengeroyokan juga ditangani terpisah.
SuaraSulsel.id - Ada-ada saja akal pemuda di Kota Makassar ini untuk menghindari kejaran polisi.
Saat terdesak dan tak lagi punya jalan kabur, seorang anggota geng motor nekat berpura-pura menjadi penyandang disabilitas.
Ia berjalan ngesot, tubuhnya kaku seolah tak mampu berdiri.
Padahal beberapa menit sebelumnya, pemuda itu justru menjadi salah satu yang paling kencang berlari saat diburu aparat.
Aksi konyol itu terungkap saat Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar menggelar patroli dan pengejaran terhadap kelompok geng motor serta pelaku balap liar yang kerap meresahkan warga, Minggu, 24 Januari 2026.
Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Hamka mengatakan pengejaran bermula dari laporan masyarakat yang resah dengan aktivitas geng motor dan balap liar yang marak terjadi pada malam hingga dini hari.
Saat petugas mengejar, para pelaku kabur sampai masuk ke lorong yang ternyata buntu.
Pelaku kemudian langsung pura-pura jadi cacat dan mengundang tawa petugas kepolisian.
"Dia ini anggota geng motor dan juga terlibat penyerangan. Saat dikejar, pura-pura jadi orang cacat padahal tidak," kata Hamka.
Baca Juga: Petugas Tangkap 544 Batang Kayu Kumea Tanpa Dokumen di Makassar
Menurut Hamka, upaya mengelabui petugas itu justru memperlihatkan kepanikan pelaku.
Polisi yang sejak awal mengamati gerak-geriknya langsung mengetahui bahwa pemuda tersebut hanya berpura-pura.
"Waktu dikejar dia ini larinya paling kencang. Tapi begitu sudah tidak bisa menghindar, tiba-tiba badannya kaku dan mengaku cacat," ujarnya.
Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan total 23 orang. Rinciannya, 19 orang merupakan anggota geng motor dan empat lainnya terlibat balap liar.
Penyisiran dilakukan di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan rawan, seperti Jalan AP Pettarani, Jalan Mappaodang, Jalan Opu Daeng Risadju, hingga Jalan Veteran.
Saat polisi datang, para pelaku langsung kocar-kacir. Sebagian melarikan diri ke gang-gang sempit dan lorong permukiman warga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Di Kepulauan Talaud, Mantri BRI Hadir Dampingi UMKM Tumbuh Berkelanjutan
-
Berapa Banyak Warga Sulsel Nikmati Program MBG? Ini Data Kementerian Keuangan
-
Dugaan Korupsi Rp46 Miliar, Kantor Sekretariat KPU Morowali Digeledah Kejaksaan
-
Selamat dari Serangan Maut yang Tewaskan Suami dan Anak, Begini Kondisi Nurhanisa
-
Rumah Sakit Rp161 Miliar Mulai Dibangun di Gowa, Pasien Tidak Harus ke Makassar