Muhammad Yunus
Senin, 26 Januari 2026 | 16:40 WIB
Anggota geng motor di Makassar pura-pura jadi cacat saat ditangkap polisi [SuaraSulsel.id/Jatanras Makassar]
Baca 10 detik
  • Polisi Makassar menangkap 23 orang terkait geng motor dan balap liar pada Minggu, 24 Januari 2026.
  • Salah satu anggota geng motor berpura-pura cacat untuk menghindari kejaran setelah terlibat aksi balap liar.
  • Dalam operasi tersebut, petugas menyita 13 motor dan busur panah; kasus pengeroyokan juga ditangani terpisah.

Petugas pun melakukan pengejaran hingga ke dalam lorong, termasuk lorong buntu tempat pelaku berpura-pura cacat tersebut ditemukan.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa busur panah yang diduga akan digunakan untuk aksi kekerasan.

Tak hanya itu, Sebanyak 13 unit sepeda motor turut diamankan.

Kendaraan tersebut diketahui kerap digunakan untuk balap liar dan aktivitas geng motor yang membahayakan pengguna jalan lain.

Hamka menegaskan, operasi ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk menekan aksi kriminalitas jalanan yang belakangan kembali marak dan memicu keresahan masyarakat.

"Geng motor dan balap liar ini sangat meresahkan. Bukan hanya mengganggu ketertiban, tapi juga membahayakan keselamatan orang lain," tegasnya.

Sehari sebelumnya, aparat Polrestabes Makassar juga mengamankan empat remaja yang diduga kuat terlibat dalam aksi pengeroyokan dan pengrusakan sepeda motor di Kota Makassar.

Kejadian tersebut terjadi di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, sekitar dua pekan lalu.

Menurut Hamka, korban dalam peristiwa itu adalah seorang pemuda yang saat kejadian tengah bersama pacarnya.

Baca Juga: Petugas Tangkap 544 Batang Kayu Kumea Tanpa Dokumen di Makassar

Tanpa sebab yang jelas, korban didatangi oleh sekelompok remaja dan langsung menjadi sasaran kekerasan.

"Unit Jatanras melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan empat orang remaja terduga pelaku pada Sabtu, 24 Januari," kata Hamka.

Tak hanya melakukan pengeroyokan, para pelaku juga merusak sepeda motor korban.

Dari hasil pemeriksaan awal, salah satu pelaku diduga menginjak-injak kendaraan korban hingga mengalami kerusakan cukup parah.

"Motif sementara karena kesalahpahaman di lokasi kejadian yang kemudian berujung pada aksi kekerasan. Ada pelaku yang melakukan pengrusakan motor dengan cara menginjak-injak, sementara peran pelaku lainnya masih kami dalami," jelasnya.

Polisi juga mengantongi rekaman video amatir yang beredar di masyarakat.

Load More