Muhammad Yunus
Rabu, 21 Januari 2026 | 16:31 WIB
Tim SAR Gabungan memperlihatkan black box atau kotak hitam Pesawat ATR42-500 yang menabrak Gunung Bulusaraung, Rabu 21 Januari 2026 [SuaraSulsel.id/Basarnas]
Baca 10 detik
  • Perangkat vital penyelidikan kecelakaan ini berwarna oranye terang dan terdiri dari FDR (data teknis) serta CVR (suara kokpit).
  • Kotak hitam didesain sangat tangguh, tahan panas ekstrem, tekanan air dalam, serta benturan keras saat jatuh.
  • Alat ini ditempatkan di ekor pesawat dan dilengkapi ULB yang memicu sinyal ping otomatis di dalam air.

SuaraSulsel.id - Saat terjadi kecelakaan pesawat, istilah Black Box atau kotak hitam selalu menjadi pusat perhatian.

Alat ini adalah kunci utama bagi penyelidik untuk mengungkap tabir penyebab kecelakaan.

Berikut adalah fakta-fakta penting tentang black box yang perlu diketahui publik agar tidak terjadi salah persepsi:

1. Warnanya Bukan Hitam, Melainkan Oranye

Meskipun disebut "kotak hitam", perangkat ini sebenarnya berwarna oranye terang (International Orange).

Penggunaan warna mencolok ini bertujuan agar tim SAR lebih mudah menemukannya di antara puing-puing pesawat, di dasar laut, atau di tengah hutan.

2. Terdiri dari Dua Perangkat Berbeda

Black box sebenarnya adalah istilah umum untuk dua alat perekam yang berbeda fungsi:

-Flight Data Recorder (FDR): Merekam parameter teknis penerbangan seperti kecepatan, ketinggian, arah angin, hingga kondisi mesin (bisa merekam puluhan hingga ratusan parameter).

Baca Juga: Tim Khusus Temukan Black Box di Ekor Pesawat Dalam Kondisi Utuh

-Cockpit Voice Recorder (CVR): Merekam suara di kokpit, termasuk percakapan pilot, komunikasi radio, hingga suara latar seperti bunyi alarm atau dentuman.

Penampakan kotak hitam atau black box di ekor pesawat [SuaraSulsel.id/Basarnas]

3. Sangat Tangguh dan "Tahan Banting"

Alat ini dirancang untuk bertahan dalam kondisi yang paling ekstrem sekalipun:

-Tahan Api: Mampu menahan suhu hingga 1.100°C selama satu jam.

-Tahan Tekanan Air: Tetap utuh meski berada di kedalaman laut hingga 6.000 meter.

-Tahan Benturan: Dirancang untuk menahan hantaman dengan kekuatan gravitasi yang sangat tinggi saat pesawat jatuh.

4. Memiliki "Ping" yang Aktif di Dalam Air

Jika pesawat jatuh ke air, black box dilengkapi dengan alat bernama Underwater Locator Beacon (ULB).

Alat ini akan memancarkan sinyal ultrasonik (ping) secara otomatis saat menyentuh air.

Sinyal ini dapat dideteksi oleh sonar dan biasanya bertahan selama 30 hari sebelum baterainya habis.

5. Lokasinya Berada di Bagian Ekor Pesawat

Black box biasanya diletakkan di bagian paling belakang (ekor) pesawat.

Secara statistik, bagian ekor memiliki tingkat kerusakan paling minim saat terjadi benturan dibandingkan bagian depan atau tengah pesawat.

Sehingga memperbesar peluang perangkat ini tetap utuh.

6. Tidak Merekam Seluruh Durasi Penerbangan

Untuk CVR (perekam suara), versi yang lebih tua biasanya hanya merekam 30-120 menit terakhir dari percakapan kokpit (sistem loop di mana data lama tertimpa data baru).

Namun, pesawat modern saat ini sudah mulai diwajibkan menggunakan CVR yang mampu merekam hingga 25 jam.

7. Proses Analisis Membutuhkan Waktu

Mendapatkan black box bukan berarti penyebab kecelakaan langsung diketahui hari itu juga.

Data di dalamnya harus diunduh dan didekripsi oleh tim ahli di laboratorium khusus (seperti KNKT di Indonesia).

Proses analisis yang mendalam hingga menjadi laporan akhir bisa memakan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun.

Black box tidak bisa mencegah kecelakaan, namun ia sangat vital untuk memastikan kecelakaan yang sama tidak terulang kembali di masa depan melalui perbaikan prosedur atau komponen pesawat.

Load More