- Kotak hitam pesawat ATR42-500 ditemukan utuh di ekor pesawat dekat Gunung Bulusaraung, 21 Januari 2026.
- Kotak hitam yang ditemukan dalam kondisi baik segera diserahkan kepada KNKT setelah perjalanan tiga jam menuju posko.
- Tim SAR gabungan dengan 1.200 personel masih mencari delapan korban tersisa di tengah cuaca buruk dan medan ekstrem.
SuaraSulsel.id - Tim khusus yang dikerahkan telah menemukan kotak hitam atau black box pesawat ATR42-500 yang menabrak Gunung Bulusaraung.
Hal tersebut diungkapkan Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf Dody Triyo Hadi di Posko Operasi SAR gabungan, Desa Tompobulu, Kecamatan Balocci, Kabupaten Pangkep, Rabu 21 Januari 2026.
Kotak hitam tersebut berada di ekor pesawat dan ditemukan dalam kondisi utuh. Berdasarkan laporan dan gambar yang dikirimkan ke pos komando pencarian.
Saat ini kotak hitam masih dalam perjalanan dan akan segera diserahkan ke KNKT.
Tim khusus yang dikerahkan mencari kotak hitam telah diberikan bekal khusus sehingga mampu bertahan selama dua hari di atas gunung. Melakukan pencarian.
"Mereka berangkat dari sini (Tompobulu) dan akan menyerahkan black box di posko ini. Kita tidak boleh buru-buru supaya mereka tidak terpleset di jalan," kata Dody.
Diperkirakan kotak hitam yang berisi informasi penting tersebut membutuhkan waktu sekitar 3 jam perjalanan dari lokasi penemuan ke Posko Tompobulu.
Hingga kari kelima pencarian korban, Tim SAR gabungan baru menemukan dua korban meninggal dunia. Dari total 10 orang yang terdaftar dalam manifes.
Tim SAR gabungan menghadapi kendala cuaca buruk serta medan yang ekstrem, berupa lereng curam dan akses terbatas menuju lokasi penemuan korban.
Baca Juga: Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Pramugari Atas Nama Florencia Lolita
Hingga kini, proses pencarian korban masih terus dilakukan oleh 1.200 tim SAR gabungan.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Makassar selaku On Scene Coordinator (OSC), Andi Sultan mengatakan sebanyak 37 personel SAR gabungan yang terlibat dalam evakuasi korban pertama tetap bersiaga di lokasi kejadian.
Tim SAR juga terus melakukan penyisiran di sejumlah titik yang telah dipetakan berdasarkan temuan puing-puing pesawat.
Pembagian tugas pencarian dilakukan melalui beberapa Search and Rescue Unit (SRU).
SRU 1 dengan kekuatan 50 personel melanjutkan pencarian di sekitar lokasi penemuan korban pertama di kawasan Lampeso.
SRU 2 dengan 28 personel menyisir area ditemukannya bagian ekor pesawat.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Ikan Melimpah Kini Jadi Sumber Cuan, Nelayan Kampung Saharey Raup Rp800 Ribu per Hari
-
Begini Cara Mobil Listrik Melejit Ingin Kuasai Pasar Indonesia
-
Kejari Stop Dugaan Jual Beli Jabatan Kepsek Rp50 Juta di Makassar, Kenapa?
-
Gubernur Sulsel Jamin Pendidikan Anak Polisi Hutan yang Tewas saat Padamkan Karhutla Toraja Utara
-
Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso