- Ayah pramugari Esther Aprilita S, Adi Saputra, menunggu kabar di Posko Bandara Sultan Hasanuddin sejak Senin, 19 Januari 2026.
- Komunikasi terakhir Esther dengan keluarga adalah Jumat malam, 16 Januari 2026, saat ia bertugas di Halim Perdanakusuma.
- Tim SAR Gabungan masih mengevakuasi korban dan serpihan pesawat di Puncak Gunung Bulusaraung karena terhalang cuaca buruk.
SuaraSulsel.id - Sudah dua hari Adi Saputra menunggu di Kota Makassar. Wajahnya menyimpan lelah yang tak sepenuhnya bisa disembunyikan.
Tapi harapan itu sekecil apa pun masih dijaganya erat.
Senin, 19 Januari 2026, ayah dari pramugari Esther Aprilita S itu melangkah masuk ke Posko Greeters Meeters Ruang Tunggu Keluarga Penumpang di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.
Di tempat itulah ia berharap kabar tentang putri sulungnya bisa datang dengan cara yang paling manusiawi.
Adi datang bersama satu anaknya yang lain. Mereka tak banyak bicara.
Tatapan Adi lebih sering menunduk. Sesekali menerawang ke arah papan informasi.
Malam sebelumnya ia telah menjalani pengambilan sampel DNA di RS Bhayangkara Makassar.
Sebuah prosedur yang tak pernah ia bayangkan harus dilakukan sebagai seorang ayah.
"Terakhir komunikasi itu Jumat malam," ujar Adi lirih.
Baca Juga: iPhone Co Pilot Ungkap Pergerakan Smartwatch, Keluarga: Dia Masih Hidup!
Suaranya nyaris tenggelam oleh pengumuman informasi di bandara.
Malam itu, kata Adi, Ester masih seperti biasanya. Tidak ada firasat buruk yang ia tangkap.
Putrinya tengah menjalani status "standby" di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Rute penerbangan, kata Adi, sering kali berubah.
Namun umumnya Esther bertolak dari Halim menuju Yogyakarta sebelum melanjutkan penerbangan lain.
"Dia standby di Halim. Kalau rute kita nggak tahu, biasanya dari Halim ke Jogja," katanya lagi.
Esther bukan hanya pramugari bagi keluarganya. Ia adalah anak pertama dari tiga bersaudara, tulang punggung keluarga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Sejumlah Harga BBM Naik Hari Ini, JK: Tidak Bisa Tahan Lagi Negara Ini, Keuangannya Defisit
- 10 Bulan di Laut, 4000 Marinir di Kapal Induk USS Gerald Ford Harus Ngantri Buat BAB
- 5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
- 7 Bedak Compact Powder Anti Luntur Bikin Glowing Seharian, Cocok Buat Kegiatan Outdoor
- Kecewa Warga Kaltim hingga Demo 21 April, Akademisi Ingatkan soal Kejadian Pati
Pilihan
-
Gempa 7,5 M Guncang Jepang, Peringatan Tsunami hingga 3 Meter Dikeluarkan
-
Respons Santai Jokowi Soal Pernyataan JK: Saya Orang Kampung!
-
Pemainnya Jadi Korban Tendangan Kungfu, Bos Dewa United Tempuh Jalur Hukum
-
Penembakan Massal Louisiana Tewaskan 8 Anak, Tragedi Paling Berdarah Sejak Awal Tahun 2024
-
Viral Tendangan Kungfu ke Lawan, Eks Timnas Indonesia U-17 Terancam Sanksi Berat
Terkini
-
Inovasi Baru di Embarkasi Makassar, Ibadah 16.750 Jemaah Haji Lebih Aman
-
PSM Makassar Gagal Bayar Utang Rp3,7 Miliar, Hadapi Sidang Pailit 23 April
-
Pembangunan Stadion Untia Masuk Fase Fisik, Pemkot Makassar Kucurkan Rp124 Miliar
-
Guru Besar UMI Ungkap Cara Mengatasi Serbuan Ikan Sapu-Sapu
-
Siapa HR dan FU? Dua Pelaku Penikaman Nus Kei, Dendam Lama 2020 Diduga Jadi Pemicu