- Pemilihan Rektor Unhas 2026-2030 pada 14 Januari 2026 di Kampus Unhas Jakarta dihadiri perwakilan tiga tokoh kunci MWA yang absen.
- Ketidakhadiran anggota ex-officio MWA tidak memengaruhi legitimasi pemilihan karena suara melekat pada institusi, bukan individu.
- Tiga kandidat, Prof Budu, Prof Jamaluddin Jompa, dan Prof Sukardi Weda, memaparkan program fokus pada fiskal, capaian strategis, dan infrastruktur.
Pemungutan suara di tingkat MWA menjadi penentu akhir arah kepemimpinan Unhas lima tahun ke depan.
Meski sejumlah tokoh penting absen secara fisik, dinamika pemilihan tetap berjalan ketat dengan tiga kandidat yang sama-sama menawarkan visi besar bagi masa depan Unhas.
Sebelum proses pemungutan suara, ketiga calon rektor diberikan kesempatan memaparkan kertas kerja di hadapan MWA.
Masing-masing membawa gagasan dan program unggulan yang mencerminkan arah kepemimpinan Unhas lima tahun ke depan.
Prof Budu yang diberi kesempatan pertama menitikberatkan pemaparannya pada penguatan kemandirian fiskal kampus.
Ia menargetkan peningkatan pendapatan Unhas di luar Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 150 persen.
"Terutama meningkatkan pendapatan Unhas non-UKT dengan pemanfaatan aset, revitalisasi unit bisnis, penguatan korporasi, hingga peningkatan dana abadi," ujar Prof Budu.
Ia menyebut aset tanah dan bangunan Unhas harus dimaksimalkan secara profesional. Sejumlah unit bisnis seperti Rumah Sakit Unhas, Rumah Sakit Gigi dan Mulut, Rumah Sakit Hewan, Hotel Unhas, hingga tambak milik Unhas akan direvitalisasi agar lebih produktif.
Selain itu, Prof Budu juga berencana memperkuat peran PT Hadin sebagai korporasi kampus dan membuka unit-unit bisnis baru.
Baca Juga: Begini Dua Skenario Pemilihan Rektor Unhas
Menurutnya, peningkatan pendapatan kampus akan berdampak langsung pada kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan.
"Kalau perlu insentif kinerja wajib kita tingkatkan sampai 100 persen," tegasnya.
Sementara itu, Prof Jamaluddin Jompa menyoroti capaian-capaian strategis Unhas selama masa kepemimpinannya.
Ia menyebut ada lima keberhasilan utama yang menjadi fondasi kuat untuk melanjutkan kepemimpinan.
Salah satunya adalah lonjakan peringkat Unhas dalam QS University Ranking.
Saat ini, Unhas berada di peringkat 201 QS Asia Ranking dan peringkat 951-1000 dunia. Selain itu, Unhas juga mencetak sejarah dengan mempertahankan juara umum Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) pada 2024 dan 2025.
"Dalam konteks tata kelola, Unhas menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang meraih gold standard dua kali berturut-turut. Kita juga mendapat pengakuan global lewat SDGs Awards dan menjadi yang terbaik versi Bapanas," ungkap Prof Jamaluddin Jompa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
Tinggalkan Keluarga 3 Tahun, Ini Alasan Emosional Darije Kalezic Kembali ke PSM Makassar
-
Bukan Sekadar Publikasi, Riset Rp120 Miliar Australia-Indonesia Ini Wajib Selesaikan Masalah Rakyat
-
5 Fakta Menstruasi Wajib Diketahui Remaja Putri, Jangan Lagi Percaya Mitos!
-
Tim SAR Temukan Satu Jenazah Diduga Korban KM Nurul Salsa
-
Kepala Ditutup Tangan Diborgol, Begini Proses Pemindahan 79 Napi Paling Berbahaya ke Nusakambangan