- Persiapan teknis pemilihan Rektor Unhas periode 2026-2030 oleh Panitia Pemilihan Rektor sudah mencapai tahap final.
- MWA memiliki dua opsi penentuan hasil: aklamasi mufakat atau melalui pemungutan suara tertutup.
- Pemilihan akan menentukan nasib tiga kandidat di hadapan 17 pemilik hak suara MWA di Jakarta.
SuaraSulsel.id - Genderang pemilihan Rektor Universitas Hasanuddin atau Unhas periode 2026-2030 mulai ditabuh.
Di balik dinding ruang rapat, sebuah keputusan besar bagi masa depan "Kampus Merah" sedang dipersiapkan.
Akankah suksesi kepemimpinan ini berakhir dengan jabat tangan mufakat alias aklamasi. Atau justru ditentukan lewat adu suara yang sengit?
Hingga Selasa (13/1), Panitia Pemilihan Rektor (PPR) melaporkan bahwa segala persiapan teknis sudah mencapai tahap final.
Mulai dari urusan dokumen, ruang transit, hingga skenario persidangan sudah tertata rapi.
5 Menit Penentu
Kabid Humas Unhas, Ishaq Rahman, mengungkapkan bahwa prosesi akan dimulai dengan Rapat Terbuka.
Di sinilah para kandidat akan diuji nyalinya.
Masing-masing calon hanya diberi waktu "sempit"—sekitar 5 menit—untuk memaparkan visi besar mereka.
Baca Juga: 3 Calon Rektor Unhas Diberi Waktu 5 Menit untuk Meyakinkan MWA
Kemudian "dicecar" pertanyaan tajam dari anggota Majelis Wali Amanat (MWA).
"PPR mempersiapkan semua kemungkinan opsi yang ditetapkan oleh MWA dalam rapat besok," ujar Ishaq.
Dua Skenario: Mufakat atau "Adu Mekanik"?
Namun, drama sebenarnya baru dimulai saat pintu rapat tertutup rapat bagi publik.
Ada dua jalur yang bisa ditempuh oleh MWA untuk menentukan siapa nakhoda baru Unhas.
Jalur aklamasi jika seluruh anggota MWA satu suara dan mencapai kesepakatan mufakat, maka rapat akan langsung dibuka kembali.
Ketua MWA tinggal mengetok palu dan mengumumkan nama Rektor Terpilih di hadapan publik.
Skenario ini dianggap sebagai simbol soliditas internal.
Jalur voting jika opsi mufakat menemui jalan buntu, maka "adu mekanik" suara akan dimulai.
Pemungutan suara akan dilakukan secara tertutup.
Menariknya, panitia masih menyisakan satu teka-teki.
Apakah penghitungan suaranya nanti akan digelar terbuka atau tetap tertutup?
Keputusan ini masih menunggu keputusan anggota MWA.
Persiapan "Tanpa Celah"
Meski suhu politik kampus mulai menghangat, panitia memastikan urusan logistik tidak boleh terganggu.
Ruang rapat telah didesain sedemikian rupa untuk mengakomodasi peralihan dari sifat terbuka ke tertutup dengan cepat.
"PPR sudah mengecek kesiapan pendukung, seperti ruang transit, konsumsi, hingga dokumen teknis lainnya," tambah Ishaq.
Kini, seluruh mata tertuju pada ruang rapat MWA.
Pemilihan berlangsung dalam rapat paripurna Majelis Wali Amanat (MWA) Unhas di Kampus Unhas Jakarta, Jalan Petojo Utara, Kecamatan Gambir, Jakarta Pusat.
Sebanyak 17 pemilik hak suara akan menentukan siapa yang kelak memimpin kampus kebanggaan Indonesia Timur itu.
Apakah esok hari Unhas akan melahirkan pemimpin baru lewat musyawarah yang teduh, atau lewat drama pemungutan suara yang mendebarkan?
Prof Jamaluddin Jompa, Prof Budu, atau Prof Sukardi Weda yang akan memimpin Unhas.
Kita tunggu saja hasilnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Amarah Warga Pati Meledak, Kiai Sekaligus Tokoh Pemerintahan Cabuli Santriwati
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
Terkini
-
Tim DVI Identifikasi 11 Warga Asal Makassar Korban Meninggal Kebakaran Paniai
-
Pegawai Pemkab Gowa Curhat Gaji Telat: Buat Beli Susu Saja Susah!
-
Harta Rp16,1 Miliar, Anggota DPR RI Eva Rataba Tercatat Sebagai Penerima Bansos
-
Antrean Truk Mengular dan Harga Gas Melonjak, Pertamina Harus Beri Penjelasan!
-
Unhas Selidiki Dugaan Kekerasan dan Intimidasi Mahasiswa MIPA